[Drabble] Saranghamnida

Kamis, 09 Januari 2014

 

[Freelance] (Saranghamnida) {SeoWook pairing}

Author: Risma Aulia

Cast: Seohyun, Ryeowook

Genre: romance

Rate: General

 

Note: cerita ini terinspirasi dari MV Juniel – Illa Illa. Cuma agak beda dikit doang kok.

STORY BEGIN!

***

 

Seorang yeoja sedang duduk di kursi sambil menunggu pembeli di toko bunganya. Yeoja itu bernama Seohyun, ia terlahir sebagai orang bisu.

 

Tap.. Tap.. Tap..

 

Seohyun mendengar langkah kaki seseorang. Terlihat seorang namja yang tingginya 173 cm memasuki toko bunganya. Namja itu melirik ke arah Seohyun yang sedang menatapnya, kemudian namja itu tersenyum sendiri. Namja itu pun masuk ke toko bunga milik Seohyun, lalu namja itu menghampiri Seohyun.

“Annyeong” ucap namja itu. Seohyun mendongak ke arahnya.

“Bunga disini indah sekali. Ah, boleh aku membeli bunga yang itu?” Tanya namja itu sambil menunjuk salah satu bunga. Seohyun mengangguk.

“Hmm.. Boleh aku tahu siapa namamu?” Tanya namja itu. Seohyun mengambil kertas, lalu ditulisnya ‘Seohyun imnida’.

“Naneun Ryeowook imnida. Seohyun, nama yang indah..” Puji namja yang bernama Ryeowook itu. Seohyun tersenyum. Ryeowook berjalan mengambil bunga yang ditunjuknya tadi, lalu mencium harum bunganya itu.

“Ige uangnya, kamsahamnida..” Ucap Ryeowook sambil memberikan uang. Seohyun menanggapinya dengan memberikan bahasa isyarat yang artinya ‘sama-sama’.

‘Yeoja ini begitu manis. Tetapi mengapa ia menjawabku dengan bahasa isyarat? Apa dia bisu? Tetapi, yeoja ini membuat dadaku berdebar-debar. Mungkin aku mencintainya’ batin Ryeowook. Ryeowook tersenyum ke arah Seohyun, lalu pergi meninggalkan toko bunga milik Seohyun.

 

@Ryeowook’s house

 

Ryeowook terlihat dibuk dengan kanvasnya. Ia sedang melukis wajah seorang yeoja, yeoja itu Seohyun. Sambil tersenyum mengingat-ingat wajah Seohyun, Ryeowook melukisnya dengan indah, bahkan mirip sekali dengan wajah asli Seohyun.

“Seohyun.. Aku mencintaimu, apa adanya. Walaupun kau mempunyai kekurangan, aku tak peduli. Aku tak peduli kau bisu, karena perasaan ini hanya untukmu Seohyun.. Jeongmal saranghae” ucap Ryeowook sambil menatap lukisannya.

 

Keesokan harinya..

 

Ryeowook datang kembali ke toko bunga milik Seohyun. Tanpa basa-basi, Ryeowook menghampiri deretan bunga-bunga yang indah dan wangi. Seperti kemarin, Ryeowook menghirup aroma bunga-bunga tersebut sambil melirik ke arah Seohyun. Ryeowook pun memilih salah satu bunga dan membawanya ke meja Seohyun.

“Aku membeli bunga ini..” Ucap Ryeowook, ia mengeluarkan uangnya lalu membayarnya kepada Seohyun. Lagi-lagi Seohyun melemparkan senyumnya pada Ryeowook.

“Kamsahamnida.. Sampai jumpa besok” ucap Ryeowook.

 

Keesokan harinya, Seohyun menunggu Ryeowook di tokonya. Namun, ia sama sekali belum melihat namja itu menampakkan batang hidungnya.

‘Kemana dia? Biasanya ia mengunjungi toko ini pada jam segini. Namun dimana ia sekarang?’ Batin Seohyun. Seohyun teringat ucapan yang Ryeowook ucapkan kemarin.

‘Kamsahamnida.. Sampai jumpa besok’

 

Seohyun tetap setia menunggu Ryeowook. Menunggu, dan terus menunggu hingga langit mulai menunjukkan fenomena yang dinamakan malam hari.

 

Sementara itu Ryeowook..

 

Ryeowook menatap kertas yang dipegangnya. Ia mendapat beasiswa untuk kuliah di Australia. Ryeowook menyandarkan kepalanya ke dinding kamarnya. Ia teringat bayang-bayang wajah Seohyun.

“Aku sudah mengatakan bahwa hari ini aku akan datang ke tokonya. Aku harus mengatakan perasaanku padanya hari ini juga, karena hari ini adalah hari terakhir kesempatanku untuk menemuinya” ucap Ryeowook. Ia melirik ke arah lukisannya. Ryeowook segera menggulung lukisannya itu dan memasukkannya ke sebuah tempat. Ryeowook pun pergi dari rumahnya dan menuju toko bunga Seohyun sambil berlari.

 

Sesampainya di toko Seohyun..

 

“Hah..hah hah..” Ryeowook mengatur nafasnya karena sehabis berlari. Tubuhnya membungkuk dan tangannya menekan lututnya, lalu Ryeowook mengusap keringatnya. Ia pun berjalan masuk ke toko Seohyun. Terlihat yeoja manis yang sedang duduk di kursi menunggunya dengan setia.

“Permisi..” Ucap Ryeowook. Seohyun menatap Ryeowook.

“Aku hanya ingin mengatakan padamu. Besok dan seterusnya, kita tidak bisa bertemu kembali. Aku mendapan beasiswa dan aku akan bersekolah di negara lain. Aku…aku sangat menyukaimu. Sebenarnya, aku..aku sangat tidak ingin jauh dari sisimu. Tetapi, aku harus melanjutkan kuliahku ini. Mungkin ini terakhir kalinya kita bertemu” ucap Ryeowook, lalu ia menunduk. Kali ini sulit baginya untuk tersenyum. Ryeowook pun pergi keluar dari toko bunga Seohyun, namun meninggalkan tempat yang berisi lukisan wajah Seohyun di depan pintu toko Seohyun. Setelah Ryeowook pergi, Seohyun pergi keluar, lalu ia mendapati tempat yang dibawa Ryeowook tadi. Seohyun membuka tempat itu dan ia menemukan sebuah lukisan, dan itu adalah lukisan wajahnya.

‘Ryeowook, kau dimana? Mengapa kau pergi secepat ini? Aku juga menyukaimu Ryeowook’ batin Seohyun.

 

2 years later..

 

Seperti biasa, Seohyun selalu menjaga toko bunganya. Setiap hari selalu ia melirik ke arah jam tangannya. Berharap Ryeowook datang ke toko dan membeli bunga di tokonya. Namun itu semua hanya halusinasi. Ryeowook tak kembali.

‘Ternyata benar apa yang ia ucapkan. Dua tahun yang lalu itu adalah terakhir aku bertemu dengannya’ batin Seohyun. Sekarang ia sedang menatap lukisan yang dibuat Ryeowook.

‘Ryeowook-ahh, saranghamnida’ batin Seohyun.

Iklan

One thought on “[Drabble] Saranghamnida

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s