Maybe Tommorow [2/2] (Twoshoot) Chapter 2 END

Title: Maybe Tommorow
Author: Risma Aulia
Rated: PG 13+
Genre: romance, sad, little comedy *kalau ada*
Song: Super Junior – In My Dream
Typo: bertebaran. Soalnya nae ngetik nih FF di hp BB, jd pas file nya dipindahin ke PC, tulisannya acak-acakan kayak gini..
Cast:
-Seo Joo Hyun (Seohyun)
-Kim Ryeo Wook (Ryeowook)
-Cho Kyu Hyun (Kyuhyun)
-Choi Soo Young (Sooyoung)
Pairing: SeoWook & KyuYoung

Note: di part ini banyak pairing SeoWook. Mian ne Knight, habisnya si Kyu bobo tuh :D. Tp bakal nae buat si Kyu bangun kok, tenang aja šŸ˜€

Gambar

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Besok Ryeowook diperbolehkan pulang, kondisinya sudah stabil saat ini. Hanya saja, di perutnya ada luka yang biasanya bisa sembuh sekitar 5 hari. Dan pesan saya, kalian bantu ia untuk mengingat memori-memori yang ia lupakan” ucap uisa
“Ne, gomawo atas infonya uisa” ucap Seohyun.

***

“Unnie..” Panggil Seohyun
“Ne Seohyun-ahh?” Balas Sooyoung
“Unnie, bantu aku untuk mengembalikan ingatan Ryeowook oppa. Hanya unnie yang satu-satunya yang bisa kuandalkan, karna Ryeowook oppa masih mengingatmu”
“Baiklah..”
‘Sekarang Ryeowook kehilangan sebagian memorinya, Kyuhyun koma. Hanya aku satu+satunya orang yang bisa mengembalikan memori Ryeowook, dan kapan aku bisa membagi waktuku untuk Kyuhyun?’ Batin Sooyoung

@kamar Ryeowook

“Ryeowook-ssi..” Ucap Sooyoung
“Soo.. Ceritakan apa yang terjadi, mengapa aku bisa berada di sini? Mengapa aku tak bisa mengingat apa-apa selain mengingat masa-masa yang telah lama?” Tanya Ryeowook
“Tadi kau mengalami kecelakaan. Lalu tadi uisa bilang, kau kehilangan sebagian memorimu, itu sebabnya kau mengenalku tetapi kau tak mengenal Seohyun” jelas Sooyoung
“Aku tidak bisa mengingat apa-apa tentang dia..”
“Ryeowook oppa, namaku Seo JooHyun, nama panggilanku Seohyun. Kita berkenalan pertama kali di restoran Yummy’s Food, apa kau ingat oppa?” Ucap Seohyun. Ryeowook menggeleng.
‘Jantung ini? Mengapa rasanya berdetak lebih cepat saat menatap yeoja yang bernama Seohyun ini? Suaranya, wajahnya, menurutku ia sangat sempurna. Apa aku pernah mengenalinya? Apa aku pernah mencintainya? Apa aku pernah menjalin hubungan dengannya?’ batin Ryeowook, kemudian menatap wajah Seohyun. Mencoba mengingat masa lalunya yang membuat kepala Ryeowook menjadi sakit. Ryeowook pun memegangi kepalanya.
“Ryeowook kau tak apa?” Tanya Sooyoung
“Ryeowook oppa..?” Ucap Seohyun
“Gwenchana..” Balas Ryeowook.
“Err.. Ryeowook, Seohyun, aku keluar sebentar ne. Kalian bisa berbincang-bincang berdua” ucap Sooyoung yang kemudian berjalan keluar dan masuk ke kamar Kyuhyun.

@kamar Kyuhyun

“Annyeong Kyu, ini aku Sooyoung” ucap Sooyoung sambil memegangi tangan Kyuhyun.
“…”
“Kyu, mengapa kau seperti ini? Aku merindukanmu Kyu. Hiks..kumohon, bukalah matamu Kyu..” Ucap Sooyoung yang mulai menitikkan air matanya.
‘Mian kalau aku lancang Kyu’ batin Sooyoung. Kemudian Sooyoung pun membelai kepala Kyuhyun dan mencium keningnya.
‘Kyuhyun, aku memang tak wajar menyukaimu. Kau telah dimiliki Seohyun, dan kau juga mencintainya dengan sepenuh hati. Perasaan ini tidak bisa bohong Kyu, aku mencintaimu, sangat mencintaimu. Aku iri dengan Seohyun yang selalu mendapat perhatian darimu, mendapatkan cinta dan kasih sayang darimu. Aku juga menginginkan itu Kyu, aku juga ingin kau mencintaiku, kau memberikan perhatianmu untukku, kau memberikan cinta dan kasih sayangmu itu untukku. Cinta diantara kita rumit. Kau mencintai Seohyun, Seohyun mencintai Ryeowook, Ryeowook mencintai Seohyun, dan aku mencintaimu. Yang kuinginkan darimu hanya cintamu Kyu, cinta sampai akhir. Salahkah aku jika aku membayangkan hidup bersamamu hingga tua nanti?’ Batin Sooyoung. Tetes-tetes air mata Sooyoung mengenai tangan Kyuhyun yang sedari tadi terus digenggam oleh Sooyoung.
“Seharusnya hari ini berakhir menyenangkan, bukan seperti ini” lirih Sooyoung.

@kamar Ryeowook

“Seohyun-ssi, jujur aku sangat merasa nyaman saat berada di dekatmu” ucap Ryeowook. Pipi Seohyun memerah seperti tomat mendengarnya.
“Aku juga sangat merasa nyaman saat berada di dekatmu oppa” balas Seohyun
‘Oppa? Seohyun memanggilku oppa? Biasanya hanya orang-orang tertentu yang kusuruh memanggilku oppa. Apa ia yeojachinguku?’ Batin Ryeowook.
“Oppa, aku pergi ke kamar sebelah dahulu ne” ucap Seohyun
“Ada siapa di kamar sebelah?” Tanya Ryeowook
“Kyuhyun oppa, ia namjachinguku. Tadi ia kecelakaan bersamamu” ucap Seohyun.
‘Namjachingu? Seohyun mempunyai namjachingu? Mengapa saat mendengarnya aku jadi merasa… Yah, bisa disebut kalau aku cemburu’ batin Ryeowook
“Boleh aku ikut menjenguknya?”
“Tentu saja oppa”

Seohyun pun mengambil kursi roda di sebelah tempat tidur tersebut, namun dicegah oleh Ryeowook.

“Tidak usah, aku bisa berjalan sendiri” ucap Ryeowook.
“Biar aku bantu oppa” ucap Seohyun sambil membantu Ryeowook berjalan.

@kamar Kyuhyun

Cklek..

“Ah, kalian..” Ucap Sooyoung
“Itu.. Kau menangis Soo?” Tanya Ryeowook saat melihat mata Sooyoung yang memerah dan pipi Sooyoung yang basah. Sooyoung pun langsung menyeka air matanya.
“Anni, hanya saja mataku perih” ucap Sooyoung. Ryeowook dan Seohyun pun berjalan mendekati tempat tidur Kyuhyun. Ryeowook hanya terus menatap wajah Kyuhyun sambil memijit-mijit dagunya sendiri.
‘Jadi ini alasanmu mendekati Seohyun!?’ Kata-kata Kyuhyun tergiang di telinga Ryeowook. Ryeowook mencoba mengingatnya kembali, namun sulit.
“Ryeowook oppa kau tak apa?” Tanya Seohyun saat melihat ekspresi wajah Ryeowook yang sepertinya mengingat sesuatu.
“Apa kau mengingat sesuatu Wook?” Tanya Sooyoung seakan-akan mampu menebak pikiran Seohyun. Ryeowook hanya terdiam tak menjawab perkataan dari Seohyun maupun Sooyoung, namun terus menatap Kyuhyun sambil mencoba mengembalikan memorinya. Kepalanya kembali terasa sakit. Kemudian ia memegangi kepalanya.
“Oppa, nan gwenchanayo?” Tanya Seohyun sambil memegangi kedua bahu Ryeowook.
“Seohyun, jebal, ceritakan siapa namja ini. Aku seperti mengingat sesuatu tentang dia” ucap Ryeowook.
“Dia adalah namjachinguku, namanya Kyuhyun. Sama sepertiku, ia mengenalimu pertama kali di restoran Yummy’s Food karena saat itu aku dan Kyuhyun oppa sedang makan bersama di restoran tersebut. Sejak itu, aku selalu dekat denganmu dan kurasa Kyuhyun cemburu dan menaruh rasa tidak suka padamu. Sampai akhirnya, kau mengucapkan kata ‘saranghae’ padaku dan itu didengar oleh Kyuhyun oppa. Ekspresi Kyuhyun oppa yang kulihat saat itu adalah cemburu, syok, marah, dan kaget, lalu Kyuhyun oppa menarik tanganmu dengan kasar dan membawamu entah kemana sampai akhirnya sekarang kalian berdua kecelakaan seperti ini. Kau amnesia, sedangkan Kyuhyun oppa koma” jelas Seohyun.
“Err.. aku tak bisa mengingat apa-apa tentang semua yang kau ucapkan tadi. Mianhae..” Ucap Ryeowook.
“Gwenchana” balas Seohyun.
‘Rasanya aku dan Seohyun lebih cepat dekat. Ya, walaupun kata Sooyoung aku kehilangan sebagian memoriku dan tentunya aku tak mengenal Seohyun, tetapi aku dengannya seperti sudah kenal lebih lama. Dan saat berbicara dengannya, jantung ini berdetak lebih cepat. Saat Seohyun bercerita tadi, ia sempat berkata kalau aku pernah mengucapkan ‘saranghae’ padanya. Berarti aku mencintainya? Mungkin saat ini masih sama. Mungkin aku memang lancang mencintai yeoja yang sudah memiliki namjachingu. Tetapi apa salah aku mencintainya? Mungkin aku terlalu berharap jika Seohyun menjadi milikku. Seohyun, ia sudah dimiliki, dan kupikir mereka saling mencintai walaupun aku tidak tau seperti apa hubungan mereka. Aku harus belajar untuk menjauhi Seohyun. Bagaimanapun juga, aku bukan siapa-siapanya Seohyun’ Batin Ryeowook.
“Sooyoung kau menangis?” Tanya Ryeowook.
“Anni, aku tidak menangis. Mataku hanya sedikit sakit” dusta Sooyoung.
‘Mianhae Wook, ini pertama kalinya aku berkata tidak jujur padamu. Tetapi aku benar-benar sedih atas keadaan Kyuhyun yang seperti ini’ batin Sooyoung. Saat menangis, Sooyoung memang tak menampakkan wajah tangis ataupun sedih, tetapi hanya mengeluarkan air mata, itu yang membuat orang sulit menebak kalau ia sedang menangis atau tidak.
“Ooohh, aku kira kau menangis. Hmm..Seohyun, Sooyoung, aku kembali ke kamar ne. Kepalaku sakit, mungkin aku butuh istirahat” ucap Ryeowook beralasan, sebenarnya Ryeowook hanya ingin menghindari Seohyun.
“Biar aku temani oppa..” Ucap Seohyun.
“Tidak usah, gomawo” balas Ryeowook sambil berjalan keluar.
“Unnie..” Ucap Seohyun.
“Ne?” Jawab Sooyoung
“Boleh aku bertanya sesuatu?”
“Ne, boleh saja. Kau mau bertanya apa Seohyun-ssi?”
“Apa unnie mencintai Kyuhyun oppa? Jujur saja unnie, aku tidak akan marah” ucap Seohyun. Mata Sooyoung membulat mendengar pertanyaan Seohyun.
“Hah? Anniyo..”
“Jujur unnie..”
“Anni..”
“Unnie, jebal jujurlah..”
“N..ne, aku menyukainya. Kau marah ne?”
“Anniyo.. Harus kuakui sesuatu, sebenarnya aku tidak memiliki perasaan apapun pada Kyuhyun oppa, aku.. Aku menyukai sahabatmu, yaitu Ryeowook oppa”
“Ryeowook? Kau menyukainya?”
“Ne unnie”
“Ryeowook, ia juga menyukaimu. Ia pernah mengatakannya padaku”
“Aku sudah mengetahuinya, saat di pantai tadi ia menyatakannya namun aku dan Ryeowook oppa tak sadar kalau Kyuhyun oppa mendengarnya”
“Jadi..kalian? Kau memanggil Ryeowook dengan sebutan oppa sejak tadi. Kau sudah berhubungan dengannya?”
“Anni, ia yang menyuruhku memanggilnya seperti itu”

***

Keesokan harinya..

“Sudah beres semuanya?” Tanya Sooyoung. Ryeowook mengangguk.
“Cepatlah, aku jenuh berada disini” ucap Ryeowook.
“Apa besok kau akan masuk kerja?” Ucap Sooyoung.
“Ne” balas Ryeowook.
“Kalau begitu aku juga akan masuk kerja besok”
“Kau sudah tidak menjadi model?”
“Ne, dan aku mulai bekerja di restoran Yummy’s Food sekitar seminggu yang lalu”
“Ehm.. Dimana Seohyun?”
“Ia sedang dirumahnya, ia bilang ia sedang tidak enak badan”
“Apa ia sedang sakit?”
“Kurasa iya, kemarin saat ia pulang denganku cuaca saat itu hujan dan mungkin daya tahan tubuhnya tidak kuat, mungkin itu sebabnya sekarang ia sedang tidak enak badan”
“Semoga ia cepat sembuh.. Kajja kita keluar, naik bus saja ne, uangku tinggal sedikit karena harus membayar rumah sakit ini”
“Terserahmu saja Wook”
“Aku tahu kau tidak suka naik bus, Soo. Tetapi jebal untuk kali ini saja..”
“Ne aku akan melakukannya demi kau sahabat terbaikku..”
“Gomawo Soo.. Kajja!”

***

At Seohyun house..

Drrtt drrtt..

Ponsel Seohyun bergetar. Seohyun pun segera melihat pemberitahuan di layar ponselnya tersebut, ada pesan masuk dari Ryeowook.

———————————————————–
From: Ryeowook

Kudengar kau sedang sakit ne? Cepat sembuh ne. Nanti aku akan bermain ke rumahmu. Sooyoung telah memberikan alamat rumahmu padaku. Tetapi jangan menungguku, istirahatlah terlebih dahulu. Aku pasti akan datang.
———————————————————–

“Ryeowook oppa.. Uhuk, ia begitu perhatian. Aku benar tidak salah mencintainya” ucap Seohyun sambil tersenyum. Ia pun membalas pesan dari Ryeowook.
“Hatsyim.. Aisshh”

———————————————————–
To: Ryeowook

Gomawo oppa atas doanya. Tetapi oppa baru saja keluar dari rumah sakit, apa benar oppa akan menjengukku? Oppa yang lebih membutuhkan istirahat daripada aku. Aku disini baik-baik saja, oppa tidak perlu khawatir padaku.
———————————————————–

2 menit kemudian, Seohyun pun menerima pesan masuk dari Ryeowook.

———————————————————–
From: Ryeowook

Seohyunnie, aku kesepian di rumah. Sooyoung bilang kau sedang sakit, maka dari itu aku ingin menjengukmu. Yang penting, sekarang kau istirahat, aku akan ke rumahmu nanti.
———————————————————–

“Ryeowook oppa memang keras kepala. Hah, biarlah.. Disini aku juga kesepian, hanya ditemani oleh Lee ahjumma” ucap Seohyun. Lee ahjumma adalah pembantu di rumah Seohyun.

15 menit kemudian..

Toktoktok..

“Seo, ada yang mengetuk pintu diluar” ucap Lee ahjumma
“Bukakan saja ahjumma..” Balas Seohyun.

Tak berapa lama kemudian..

“Annyeong Seohyunnie..” Ucap Ryeowook sambil mengintip di depan pintu kamar Seohyun.
“Annyeong, masuklah. Tak apa-apa..” Balas Seohyun yang sedang duduk di ranjangnya.
“Aku? Masuk ke dalam kamarmu?” Ucap Ryeowook.
“Aisshh, gwenchana oppa. Kyuhyun oppa saja pernah masuk ke kamarku. Ha..hatsyim” ucap Seohyun sambil bersin-bersin.
“Ba..baiklah” Ryeowook pun berjalan masuk ke dalam kamar Seohyun.
“Ige, aku bawakan kau buah”
“Gomawo oppa..”
“Bagaimana keadaanmu?” Tanya Ryeowook
“Baik” balas Seohyun. Ryeowook memegang kening Seohyun.
“Kau demam Seohyunnie.. Keningmu panas” Ucap Ryeowook.
“Aisshh.. Jangan pasang wajah khawatirmu di depanku oppa, itu membuat wajahmu semakin tampan saja” goda Seohyun. Pipi Ryeowook terlihat memerah. Seohyun kemudian mencubit pipi Ryeowook, sama seperti yang dilakukannya beberapa hari yang lalu pada Ryeowook.
“Appo Seohyunnie..” Ucap Ryeowook sambil memegang kedua pipinya.
‘Semoga kau ingat saat aku pernah mencubit pipimu beberapa hari yang lalu’ batin Seohyun.

*Ryeowook POV*

Ingatan-ingatan itu mulai terbayang-bayang di otakku. Aku tak tahu itu saat kapan.

‘Jujur, kau tampan oppa’
‘Jinjayo?’
‘Ya, kali ini pipimu yang memerah oppa’
Yeoja itu mulai mencubit pipiku.
‘Aisshh.. Appo Seohyun-ssi’

Ingatan itu tidak jelas. Siapa yeoja itu? Apa Sooyoung? Tetapi Sooyoung tak pernah berkata bahwa aku tampan. Lantas siapa yeoja itu? Seohyun? Mungkin saja dia. Tetapi Seohyun sudah mempunyai namjachingu, tidak mungkin ia berkata seperti itu padaku. Namun, tadi ia barusan berkata seperti itu padaku? Apa mungkin yeoja dalam ingatanku itu Seohyun.

Kepalaku benar-benar sakit untuk saat ini.

*Ryeowook POV end*

“Ryeowook oppa? Gwenchanayo?” Tanya Seohyun saat melihat Ryeowook memegangi kepalanya.
“Gwenchana. Makanlah buah dariku dahulu, aku ke kamar mandi sebentar ne. Eum, kamar mandi ada dimana?”
“Di sebelah sana”

Ryeowook pun berjalan ke arah kamar mandi. Ia memang tidak suka jika orang lain mengkhawatirkan dirinya.

Ryeowook menyandarkan tubuhnya di dinding kamar mandi tersebut. Membiarkan rasa sakit di kepalanya berangsur-angsur hilang.

‘Aku melupakan Seohyun dalam ingatanku. Namun mengapa saat aku sudah mengenalinya kembali, rasanya aku dengan Seohyun lebih cepat dekat? Bahkan aku merasa teman terdekatku adalah Seohyun, bukan Sooyoung. Padahal aku dan Sooyoung sudah bersahabat sampai 4 tahun lamanya. Tetapi Seohyun? Belum sampai sebulan, aku merasa dirinya sangat dekat denganku’ batin Ryeowook. Kepalanya sudah tidak terasa sakit. Ryeowook pun kembali ke kamar Seohyun.

“Oppa, buahnya enak. Segar” ucap Seohyun.
“Itu karena aku sendiri yang memilihnya. Yang namanya Kim Ryeowook, pasti tahu bagaimana buah segar dan tidak segar” balas Ryeowook.
“Aissh.. Oppa kepedean”
“Terserah oppa dong”
“Tetapi ada yang kurang”
“Apa yang kurang?”
“Aku menyukai ubi, tetapi oppa tidak membelikan ubi untukku”
“Aisshh, mengapa kau tidak bilang padaku Seohyunnie. Kalau kau bilang, aku pasti akan membelikannya”
“Kata Sooyoung unnie, oppa sangat pintar bermain piano. Apa oppa ingin bermain piano bersamaku? Aku juga bisa memainkan piano” ucap Seohyun.
“Ah.. Boleh boleh. Tetapi dimana pianomu?” balas Ryeowook.
“Di ruang atas. Kajja!”

Seohyun pun berjalan keluar dari kamarnya, lalu menaiki tangga rumahnya. Ryeowook mengikuti Seohyun.

“Tangga rumahmu bagus, siapa yang mendesainnya? Pasti orang itu sangat pintar sekali” puji Ryeowook.
“Ayahku yang mendesainnya” balas Seohyun.
“Aahh…!” Tiba-tiba Seohyun terpeleset.
“Seohyunnie, hati-hati!” Ryeowook cepat-cepat menolong Seohyun. Ryeowook menyangga kepala Seohyun dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya menahan tubuh Seohyun agar tidak terjatuh. Mata Seohyun dan Ryeowook saling bertatapan. Kejadian itu mirip saat Ryeowook menolong Seohyun di restoran.
“Ryeowook oppa..” Ucap Seohyun.
“Ah, mianhaeyo. Kau tak apa-apa Seohyunnie?” Ucap Ryeowook sambil membantu Seohyun berdiri.
“Gwenchana” balas Seohyun. Seohyun kembali menaiki tangga.

“Disini ruangannya” ucap Seohyun sambil membuka pintu ruangan.
“Kajja masuk” ajak Seohyun sambil menarik tangan Ryeowook.
“Apa kau suka membuat lagu?” Tanya Ryeowook.
“Ne” jawab Seohyun
“Wah, kalau begitu aku juga suka membuat lagu. Bagaimana kalau kita membuat lagu bersama?” Ajak Ryeowook.
“Ide bagus oppa!” Ucap Seohyun.
“Selain itu pasti kau pandai bernyanyi. Biasanya orang yang pintar membuat lagu pasti pintar bernyanyi. Aku ingin mendengarkanmu bernyanyi Seohyunnie” ucap Ryeowook
“Aku? Bernyanyi oppa? Ah.. Baiklah” balas Seohyun. Seohyun mulai memencet tuts-tuts piano tersebut, permainan pianonya sangat indah. Ia kemudian menyanyikan lagu ‘Dear Mom’ yang dinyanyikan sebuah idol grup Korea yang bernama Girls Generation.
‘Mengapa diantara aku dan Seohyun banyak persamaan hobi? Kuharap ini pertanda aku dan ia jodoh. Aisshh, kau berpikir apa Kim Ryeowook, ia bahkan terlalu sempurna untukku. Jangan terlalu berharap’ batin Ryeowook.
‘Suara nyanyiannya indah, permainan pianonya indah. Saat ini mulutku tidak bisa bicara karena mendengarkan suara merdunya. Aku benar-benar tenggelam dalam nyanyiannya. Ia malaikatku, ia yang membuatku tahu bagaimana itu cinta. Kucintaimu Seo Joo Hyun’ batin Ryeowook.
“Umma jeongmalyo saranghaeyo…” Seohyun pun menyelesaikan nyanyiannya.
“Itu suara paling indah yang pernah kudengar Seohyunnie. Seohyun, suaramu daebak..” Puji Ryeowook.
“Sekarang ganti oppa dong yang bernyanyi” ucap Seohyun.
“Hmm.. Menurutmu aku harus bernyanyi apa?” Tanya Ryeowook.
“Oppa tahu boyband Super Junior bukan?” Ucap Seohyun. Ryeowook mengangguk.
“Nyanyikanlah lagu Your Eyes oppa. Aku sangat menyukai lagu itu” ucap Seohyun
“Ne, baiklah”
Ryeowook kemudian memainkan piano. Lalu mulai menyanyikan lagu yang diminta Seohyun.
“Bujokhaeteon naye moseup moduji ugo shipeo naran saram neoyegen baral georagon eopgeji”
Ryeowook terus menyanyikan lagu tersebut diiringi dengan permainan pianonya.
‘Ryeowook oppa, menurutku ia perhatian padaku. Ia pernah menolongku saat hampir terpeleset, ia yang menolongku ketika aku terkunci di dalam kamar mandi, ia yang menjengukku ketika sakit, dan ia yang menolongku ketika aku hampir terjatuh dari tangga. Ia selalu ada untukku, dan satu hal yang sangat berbekas, yaitu pada saat Ryeowook oppa mengatakan bahwa ia menyukaiku, anni maksudnya mencintaiku. Ia mengatakannya secara langsung. Sedangkan Kyuhyun oppa, ia mengatakannya lewat telepon. Kyuhyun oppa tidak pernah melakukan semua yang pernah Ryeowook oppa perbuat padaku. Kim Ryeowook, ia namja yang selama ini kucari dan ku idamkan’ batin Seohyun. Ia tersenyum saat mengingat moment-moment nya bersama Ryeowook
“ireon nareul algo ineunji…” Ryeowook pun menyelesaikan nyanyiannya. Ia melirik ke arah Seohyun yang sedang senyum-senyum sendiri.
“Seo..” Tegur Ryeowook.
“…” Seohyun tak bergeming.
“Seohyun, annyeong?” Tegur Ryeowook sekali lagi
“…”
‘Aku menyukai ubi, tetapi oppa tidak membelikan ubi untukku’ kata-kata Seohyun kembali teringat oleh Ryeowook. Ryeowook pun tersenyum evil.
“SEOHYUN, AKU MENEMUKAN UBI!!”
“Hah? Dimana-dimana?”
“Hahahaha….”
“Aisshh oppa, mengapa kau tertawa? Dimana ubi nya?”
“Hahahaha.. Seohyunnie, mana mungkin disini ada ubi”
“Yaaakk.. Oppa, aisshh oppa menyebalkan. Uuuhh…” Seohyun memukul-mukul dada Ryeowook. Ryeowook masih tertawa.
“Habis, kau itu sedang melamun. Sedang memikirkan siapa sih?”
‘Pasti kau sedang memikirkan namjachingumu. Rasanya begitu sesak saat mengingatmu sudah dimiliki oleh namja lain’ batin Ryeowook.
“Hah? Anni, aku tidak melamun. Aku tidak memikirkan siapa-siapa”
“Pasti kau memikirkan namjachingumu yang sedang di rumah sakit. Kau khawatir padanya bukan?”
‘Tidak oppa, aku memikirkanmu, bukan Kyuhyun oppa’ batin Seohyun.
“Hmm.. Maybe” ucap Seohyun asal-asalan.
“Ehm, ada yang sedang memikirkan namjachingunya nih” ucap Ryeowook. Dalam hatinya, ia menahan sesak.
“Anniyo oppa.. Aissh, aku tidak sedang memikirkannya” ucap Seohyun sambil mempoutkan bibirnya. Seohyun melihat perubahan wajah Ryeowook dari ceria sekarang murung.
“Sudahlah, kita mulai membuat lagu ne. Otte?” Ucap Ryeowook.
“Baiklah, mulai dari mana?” Tanya Seohyun.
“Hmmm.. Kita cari not nya terlebih dahulu” balas Ryeowook.

***

2 minggu kemudian…

“Aisshh.. Mengapa hari ini tidak banyak taksi ne? Huh, aku hanya membawa sedikit uang. Kartu kredit ku tertinggal di rumah. Bagaimana aku harus naik taksi? Apa aku harus naik bus? Ah, aku sangat benci kalau harus menaiki bus” Sooyoung mengomel sendiri di jalan. Setiap hari Sooyoung selalu menyempatkan diri untuk menjenguk Kyuhyun di rumah sakit.
“Tetapi naik bus itu murah. Namun di bus pasti banyak penumpang dan akhirnya aku harus berdiri sambil berdesak-desakan dengan orang lain. Sudahlah, tidak ada cara lain. Aku harus naik bus” ucap Sooyoung. Ia pun berjalan ke halte.

30 menit kemudian..

‘Hah, akhirnya aku sampai juga’ Sooyoung turun dari bus, lalu berjalan masuk ke rumah sakit dan mencari ruangan tempat dimana Kyuhyun dirawat.

‘Itu, mengapa uisa sedang di dalam kamar Kyuhyun?’ Batin Sooyoung. Sooyoung pun duduk di ruang tunggu sambil menunggu uisa keluar.

15 menit kemudian, uisa pun keluar dari ruangan Kyuhyun.

“Annyeong uisa..” Ucap Sooyoung
“Pas sekali anda datang. Saya ingin memberitahu keadaan Cho Kyuhyun sekarang” ucap uisa
“Bagaimana keadaannya uisa?” Tanya Sooyoung
“Mungkin ini keajaiban Tuhan. Ia melewati masa koma nya, mungkin tak lama lagi ia akan sadar” jelas uisa.
“Jeongmalyo uisa? Gamsahamnida atas infonya” ucap Sooyoung gembira.
“Ne, cheonma. Jika ingin menjenguknya silahkan saja” ucap uisa.
“Kamsahamnida” Sooyoung pun masuk ke kamar Kyuhyun.

“Annyeong Kyu! Ini aku Sooyoung, chingu mu yang paling yeoppo sedunia” ucap Sooyoung.
“Aku sangat senang sekali mendengarmu sudah melewati masa koma mu. Kyu, tanpa candaanmu, hari-hariku sepi. Aku ridu candaanmu, aku rindu sindiranmu, aku rindu semua tentangmu. Sehari tanpamu, aku merasa hampa. Aku juga tidak tahu mengapa” ucap Sooyoung sambil menatap Kyuhyun yang masih bisa-bisanya tertidur seperti itu.
“Kyu, apa kau diam saja? Huh, aku lelah mengobrol denganmu. Lebih baik aku menunggumu saja” ucap Sooyoung sambil mempoutkan bibirnya. Sooyoung pun mengeluarkan ponsel dan headsetnya untuk mendengarkan lagu-lagu dari ponselnya.

Saking enaknya mendengarkan lagu. Sooyoung pun menari-nari sesuai irama lagu yang di dengarnya sambil bernyanyi-nyanyi. Ini memang sifat Sooyoung dari dahulu.
“B-bring the boys out” Sooyoung menyanyikan lagu yang didengarnya.

Entah berapa lama Sooyoung menari-nari tidak jelas seperti itu. Mungkin ada sekitar 30 menit. Sooyoung pun merasa lelah, ia kembali duduk di kursinya.
“Hah, lelahnya..” Ucap Sooyoung sambil mengipas-kipaskan tangannya. Sooyoung kembali melirik Kyuhyun yang masih tertidur, mata Sooyoung berpindah melihat tangan Kyuhyun yang bergerak.
“Kyuhyun?” Ucap Sooyoung. Sooyoung pun memegangi tangan Kyuhyun sambil menatap wajah Kyuhyun.
‘Semoga nama yang ia ucapkan pertama kali adalah aku’ batin Sooyoung. Sooyoung memerhatikan mata Kyuhyun yang sedikit-demi sedikit terbuka.
“PSP-ku, dimana kau?”Ucap Kyuhyun. Seketika itu mata Sooyoung membulat.
“Yaakk.. Tuan Cho, mengapa kau menyebut PSP-mu hah? Aisshh, menyebalkan” ucap Sooyoung.
“Ah, ada kau ternyata. Hehehe, mianhae. Dimana aku Soo?” Ucap Kyuhyun.
‘Sooyoung.. Mengapa yeoja itu selalu ada? Ia tidak seperti Seohyun, Seohyun tidak begitu perhatian padaku. Sedangkan Sooyoung? Kurasa ia perhatian padaku’ batin Kyuhyun.
“Kau di rumah sakit” balas Sooyoung.
“Temanmu, Kim Ryeowook itu dimana?” Tanya Kyuhyun.
“Kemarin ia sempat dirawat disini juga dan pagi tadi ia sudah pulang” balas Sooyoung.
“Aku bukan khawatir atau semacamnya ne. Hanya saja aku ingin bertanya, Apa ia baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun.
“Ia kehilangan sebagian memorinya. Saat bangun, ia hanya mengetahuiku, ia tidak mengetahui siapa Seohyun” balas Sooyoung.
“Mwo?” Kyuhyun kaget mendengar perkataan Sooyoung.
“Wae Kyu?” Tanya Sooyoung
“Ah.. Aku menjadi merasa bersalah padanya” ucap Kyuhyun.
“Maksudmu?” Ucap Sooyoung.
“Aku yang membuat kami kecelakaan seperti ini. Saat itu aku benar-benar marah pada Ryeowook karena ia cinta dengan yeojachinguku sendiri. Karena itu, aku berkata lebih baik aku dan Ryeowook mati bersama dari pada harus merebutkan seorang yeoja. Entah setan apa yang saat itu merasukiku, aku tidak tahu. Lalu aku memutar-mutar setir mobil Ryeowook. Ryeowook saat itu sudah mencegahku beberapa kali, tetapi aku mengikuti nafsuku, aku membuat Ryeowook tidak bisa menyetir dengan baik dan begini akhirnya” jelas Kyuhyun.
“Seharusnya kau tidak melakukan itu Kyu” ucap Sooyoung.
“Aku tahu itu. Aku dulu memang membenci Ryeowook karena ia selalu diperhatikan oleh Seohyun, sedangkan aku jarang diperhatikan seperti itu. Saat itu, aku benar-benar tidak dapan mengendalikan emosiku. Tetapi, sepertinya aku sudah bisa melupakan perasaanku untuk Seohyun. Aku sedang mencintai seseorang sekarang..” Ucap Kyuhyun. Sooyoung menatap Kyuhyun dengan mata yang menyipit.
‘Yang kucintai adalah kau, Soo..’ Batin Kyuhyun.
“Siapa yeoja itu?” Tanya Sooyoung penasaran.
“Kau mau tahu?” Ucap Kyuhyun. Sooyoung mengangguk.
“Yeoja yang memiliki tinggi 178 cm, tinggi berkaki indah, menyukai fashion, mantan model, dan marganya adalah Choi” ucap Kyuhyun sambil tersenyum evil.
“Hmmm… Nugu ne?” Ucap Sooyoung sambil berpikir.
“-________- apa kau tak tahu Soo?” Tanya Kyuhyun.
“Tinggi 178 cm, bermarga Choi… Itu.. Choi Sooyoung? Aku?” Ucap Sooyoung sambil menunjuk dirinya.
“Pede sekali kau Soo.. Dia itu mengaku bahwa nama baratnya adalah Summer Choi” ucap Kyuhyun semakin menggoda Sooyoung.
“Aisshh Kyu, itu aku babo..” Ucap Sooyoung sambil mengerutu.
“Bukan.. Lalu, ia berkata bahwa Kim Ryeowook adalah sahabatnya” ucap Kyuhyun. Evil smrik nya masih terlihat.
“Kyu itu aku -___________-” ucap Sooyoung.
“Hahaha.. Benar sekali, itu kau Sooyoung. Sooyoung-ssi, saranghae” ucap Kyuhyun sambil memegangi kedua tangan Sooyoung.
“Naega… Nado.. Nado saranghaeyo. I love you, you love me, we love each together!” Ucap Sooyoung. *ngambil moment chunji radio dikit gapapa kan?*
“Maukah kau menjadi yeojachinguku?” Tanya Kyuhyun.
“Tentu saja tuan Cho” balas Sooyoung.
‘Baru pertama ini, aku menembak yeoja secara langsung tanpa melewati alat apapun’ batin Kyuhyun.
“Wah! Chukkae ne Kyuhyun oppa, Sooyoung unnie” Seohyun tiba-tiba sudah ada di depan pintu kamar Kyuhyun bersama Ryeowook. Wajah Seohyun tampak gembira.
“Seohyun? Berapa lama kau berada disini?” Tanya Sooyoung.
“Saat Kyuhyun oppa menyatakan perasaannya padamu, unnie” ucap Seohyun. Ryeowook berjalan ke bangku di depan kamar Kyuhyun tanpa mempedulikan Seohyun yang sedang asyik berbicara dengan Sooyoung dan Kyuhyun. Ryeowook duduk di bangku sambil memegangi kepalanya yang berdenyut sakit. Entah mengapa, percakapan Seohyun dan Kyuhyun membuat kepala Ryeowook menjadi sakit. Ryeowook masih berfikir kalau Seohyun mencintai Kyuhyun.
“Seohyun, mianhae.. Oppa……” Ucapan Kyuhyun terputus.
“Gwenchana oppa. Sebenarnya ada namja lain yang sudah mengisi hati ini oppa, jadi oppa tidak perlu khawatir jika aku sakit hati atau semacamnya” jelas Seohyun.
‘Pasti kau menyukai Ryeowook, Seohyun.. Benar bukan?’ Batin Kyuhyun
“Ryeowook dimana? Kulihat tadi ia pergi begitu saja” ucap Kyuhyun.
“Ah ne, aku tidak memerhatikannya” ucap Seohyun sambil melihat ke sampingnya.
“Ryeowook oppa, gwenchana?” Tanya Seohyun sambil duduk di sebelah Ryeowook. Ryeowook hanya menanggapinya dengan tersenyum.

@kamar Kyuhyun

“Bagaimana untuk merayakan hari jadi kita, kita pergi ke suatu tempat. Kita ajak juga Seohyun dan Ryeowook, otte?” usul Kyuhyun.
“Aku setuju, tetapi kau baru saja sembuh tuan Cho” ucap Sooyoung
“Jangan panggil ‘tuan Cho’ Sooyoungie, panggil aku oppa” ucap Kyuhyun
“Aisshh, ne ne oppa. Aku memanggilmu seperti itu kan agar lebih enak saja” ucap Sooyoung
“Yasudah, kalau begitu kapan kita pergi?” Tanya Kyuhyun.
“Hmmm.. Besok saja oppa, nanti oppa sudah boleh pulang bukan?” Tanya Sooyoung. Kyuhyun mengangguk.
“Seohyun dan Ryeowook dimana? Aku ingin menyampaikan ini pada mereka” ucap Kyuhyun sambil celingak-celinguk.
“Mungkin diluar, aku panggilkan saja ne” ucap Sooyoung sambil beranjak keluar.

“Ah, kalian disini ternyata. Kyuhyun mencari kalian” ucap Sooyoung.
“Kami?” Ucap Ryeowook.
“Nde, kajja” ucap Sooyoung. Seohyun dan Ryeowook pun berjalan mengikuti Sooyoung ke dalam kamar Kyuhyun.

“Ada apa oppa?” Tanya Seohyun. Sedangkan Ryeowook hanya diam.
“Aku dan Sooyoung akan merayakan hari jadi kami besok. Untuk tempatnya aku sudah tahu dimana, tetapi tempat ini rahasia untuk kalian. Rencananya, aku ingin mengajak kalian ikut serta, kalian mau?” Ucap Kyuhyun. Seohyun dan Ryeowook berpandangan sejenak, lalu mengangguk setuju.
“Tempatnya dimana sih oppa? Kau membuatku bingung” ucap Sooyoung.
“Kau mau tahu? Kemari, mendekatlah.. Kubisikkan tempat itu” ucap Kyuhyun. Sooyoung pun mendekatkan telinganya ke bibir Kyuhyun.
“Tempat dimana aku dan Ryeowook kecelakaan, aku harap ingatannya kembali setelah aku mengajaknya kesana” bisik Kyuhyun. Sooyoung mengangguk-angguk. Sedangkan Seohyun dan Ryeowook menatap Sooyoung dan Kyuhyun dengan tatapan aneh.
“Kalian ada-ada saja” ucap Seohyun. Ryeowook hanya diam, ia tak banyak berbicara.

Keesokan harinya..

“Oppa, kau pernah bercerita kalau kau tidak bisa mengemudikan mobil bukan? Kalau begitu aku saja yang mengemudikannya oppa” ucap Sooyoung. Dari tadi Sooyoung dan Kyuhyun berdebat soal siapa supir mobil itu.
“Aisshh, aku saja yang mengemudikannya. Toh aku yang pernah kesana kok” ucap Kyuhyun.
“Isshh.. Aku tidak percaya pada oppa. Daripada empat orang masuk UGD lebih baik aku yang tidak tahu jalan yang mengemudikannya bukan? Oppa tinggal menunjukkan jalannya saja, begitu saja susah sekali” ucap Sooyoung sambil mempoutkan bibirnya. Kyuhyun terkikik melihat yeoja nya itu berceloteh habis-habisan. Sedangkan Ryeowook hanya geleng-geleng kepala melihat Sooyoung dan Kyuhyun yang keduanya ingin menjadi sopir di mobilnya. Sebenarnya Ryeowook bisa mengemudikan mobil. Tetapi 5 hari yang lalu, Ryeowook ingin mengemudikan mobilnya, saat duduk di mobil bagian pengemudinya, tubuhnya berkeringat dingin dan merasa sakit perut. Saat di cek, Ryeowook sedang mengalami trauma. Ia tidak diperbolehkan mengendarai mobil selama beberapa minggu.
“Aisshh, mengapa kau tertawa oppa? Memangnya lucu ne?” Ucap Sooyoung sambil cemberut.
“Hahaha.. Wajahmu aegyo ketika memasang wajah ngambek seperti itu” ucap Kyuhyun. Sooyoung tidak jadi mengambek, sekarang warna pipi Sooyoung merah merona.
“Yaaa.. Baru ku katakan seperti itu, pipi tomatmu muncul” ucap Kyuhyun sambil memegang kedua pipi Sooyoung.
“Issshh oppa apa-apaan sih?” Ucap Sooyoung. Kyuhyun masih memegangi kedua pipi Sooyoung, lalu wajahnya mendekat, semakin mendekat, dan semakin dekat…. Lalu…
‘Apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun?! Aisshh kau membuatku stres’ batin Sooyoung. Ryeowook yang melihat aksi Kyuhyun pada Sooyoung hanya bisa melongo.
“Ryeowook oppa, aku sudah siap buang air ke…..” Ucapan Seohyun berhenti ketika melihat Sooyoung dan Kyuhyun. Kali ini Seohyun dan Ryeowook sama-sama melongo.
“Apa kita biarkan mereka?” Bisik Seohyun.
“Sebentar.. Aku ada ide” ucap Ryeowook yang juga berbisik. Ryeowook pun mendekati selang air yang biasa ia gunakan ketika mencuci mobil.
“Ah, mobilku sepertinya kelihatan kotor..” Ucap Ryeowook dengan nada yang agak sedikit ditinggikan, lalu memutar kran air dan menyemprot mobilnya. Otomatis Sooyoung dan Kyuhyun terkena cipratan air. Karena cipratan air itu, Sooyoung dan Kyuhyun pun sadar.
“Yaaakk.. Aisshh, rencanaku batal” ucap Kyuhyun.
“Huaaahh.. Dasar Cho Kyuhyun mesum!” Ucap Sooyoung. Sedangkan Seohyun dan Ryeowook tertawa terbahak-bahak melihat mereka. Kyuhyun dan Sooyoung pun melirik Seohyun dan Ryeowook yang menertawakannya.
“Yaaakk.. Ternyata dua malaikat ini jahil juga” ucap Sooyoung dan Kyuhyun bersamaan. Seohyun dan Ryeowook menghentikan tawanya, melihat KyuYoung yang mendekatinya.
“Seohyunnie, saat kuhitung satu sampai tiga, kita lari ne. Satu.. Dua.. Tiga.. Lari!” Ucap Ryeowook. SeoWook pun berlari mengelilingi taman rumah Ryeowook sedangkan di belakang mereka ada dua evil yang mengejarnya.
“Yaaa.. Kalian, jangan lari” ucap Kyuhyun sambil mengejar Seohyun dan Ryeowook.
“Ne, jangan lari” ucap Sooyoung.
“Tangkap kami kalau bisa.. Beee” ryeowook berlari sambil melihat ke belakang dan menjulurkan lidah kepada KyuYoung.
“Huaaahh Kim Ryeowook” ucap Sooyoung. Ryeowook terus menjulurkan lidahnya ke belakang, tak sadar di depannya ada tukang kebunnya yang sedang menyirami bunga.
“Oppa, lihat di depanmu!” Ucap Seohyun sambil berjalan ke belakang.
“Waaaa..” Ryeowook pun menabrak tukang kebunnya. Alhasil, sekarang Ryeowook basah karena terkena air untuk menyiram bunga. Seohyun juga terkena air karena ingin menyuruh Ryeowook berhenti.
“Huahahahaha!!” Kali ini Kyuhyun dan Sooyoung yang tertawa.
“Yaaa..!! Aisshh” ucap Ryeowook.
“Huh, bajuku..” Ucap Seohyun.
“Mianhae Ryeowook-ssi..” Ucap tukang kebun tersebut.
“Gwenchana, lagipula itu juga kesalahanku” ucap Ryeowook sambil berdiri.
“Aisshh, kalian dua evil… Lihat, wajah tampanku menjadi basah seperti ini” ucap Ryeowook sambil mengusap wajahnya.
“Berarti kau kena balasan.. Tadi kau menyirami mobil sampai kami terkena cipratan air, sekarang kau yang kena. Huahahahaha..!!” Ucap Sooyoung sambil tertawa.
“Ne, aku setuju dengan Sooyoung” ucap Kyuhyun.
“Ne, terserah kalian huh” ucap Ryeowook sambil mengusap-usap wajahnya.
“Lagipula mengapa main kejar-kejaran seperti kucing dan tikus saja.. Itu juga seperti anak kecil” ucap Seohyun.
“Sekedar mengulang masa kecil saja” ucap Sooyoung sambil nyengir kuda.
“Seo, bajumu..” Ucap Ryeowook
“Gwenchana, baju ini juga mudah kering kok. Oh ne, kapan kita pergi?” Tanya Seohyun.
“Ah, sekarang saja” ucap Kyuhyun.

20 menit kemudian..

“Jadi disini oppa?” Tanya Sooyoung sambil berbisik ke arah Kyuhyun yang duduk disampingnya, namun ia tetap fokus menyetir.
“Tepat sekali.. Tepikan mobilnya” ucap Kyuhyun.
‘Tempat ini…’ Batin Ryeowook. Matanya menatap keluar dari jendela mobil.

Bayang-bayang ingatan kembali terbayang oleh Ryeowook.

‘Kyuhyun-ssi hentikan! Kau sudah gila’
‘Lepaskan tanganmu dari roda setir itu!’
‘Anni, aku tak akan melepaskannya!’
Lalu, mobil itu terguling dan rusak parah..

“ANNIYA!!!” Ryeowook berteriak keras. Kedua tangannya memegangi kepalanya. Seohyun, Sooyoung, dan Kyuhyun kaget dibuatnya.
“Oppa kau tak apa?” Ucap Seohyun sambil memegangi bahu Ryeowook.
“Wook?” Ucap Sooyoung sambil menatap Ryeowook.
“Semua itu, aku..aku bisa mengingatnya. Aku pernah menolong Seohyun ketika terkunci di kamar mandi, aku pernah menyatakan perasaanku pada Seohyun.. Semuanya.. Aku sudah bisa mengingatnya” ucap Ryeowook.
“Ryeowook kau mengingatnya?” Ucap Kyuhyun dengan nada tak percaya. Maksudnya tak percaya kalau rencananya berhasil.
“Ne Kyu..” Ucap Ryeowook.
“Huaaaa.. Kyuhyun oppa, kau jenius sekali” ucap Sooyoung.
“Maksudmu?” Ucap Ryeowook.
“Aku yang membuat ajakan kita kesini agar ingatanmu pulih. Soalnya, aku pernah membaca sebuah buku, kalau ada orang yang amnesia, ajaklah ke tempat dimana ia kecelakaan” ucap Kyuhyun.
“Ah, kau memang pintar Kyu.. Gomawo” ucap Ryeowook.
“Aku juga ingin minta maaf untuk kejadian itu. Entah setan apa yang merasukiku saat itu. Jeongmal mianhae, Ryeowook. Kau mencintai Seohyun bukan? Sekarang, ambilah ia..” Ucap Kyuhyun.
“Tapi Kyu..” Ucap Ryeowook.
“Aku sudah mempunyai Sooyoung” ucap Kyuhyun. Ryeowook tersenyum “Gomawo”
“Sssstt.. Kita keluar saja dari mobil ini Soo, kita tidak boleh mengganggu mereka berdua” ucap Kyuhyun.
“Ah, ne” ucap Sooyoung. Kyuhyun dan Sooyoung pun turun dari mobil.
“Aisshh kalian ini..” Ucap Seohyun.
“Seohyunnie..” Ucap Ryeowook sambil memegangi kedua tangan Seohyun. Seohyun menatap Ryeowook, membiarkan jantungnya berdebar kencang.
“Saranghaeyo Seohyun.. Kau, apa kau mau menjadi yeojachinguku?” Tanya Ryeowook.
“Aku.. Tentu saja aku mau oppa. Nado saranghaeyo” ucap Seohyun sambil tersenyum. Ryeowook mencium tangan Seohyun, lalu memeluknya.
“Gomawo.. Chagi…” Ucap Ryeowook. Mata Seohyun membulat mendengar kata ‘chagi’ dari mulut manis Ryeowook.
“Whoaaa… Chukkae ne” ucap Sooyoung. Ryeowook dan Seohyun tersenyum.
“Seohyunnie, kau ingat lagu ciptaanmu yang berjudul I’ll Be Waiting itu? Nyanyikanlah..” Ucap Ryeowook. Seohyun mengangguk. Kyuhyun dan Sooyoung memerhatikan mereka berdua.
“keudaega boineyo
nae mamsok dan han saram
keutorok keuriwohan
keudaega boyeoyo
boiji anhayo na
deulliji anhnayo nae mam
na yeogiisseoyo na gidarilggeyo
na keudaeyeoyaman haeyo
apado useumi nayo
useodo nunmuri nayo
keudaeui kieoki meomuneun keugose na isseoyo
eolmana gidaryeoyakeudaega nal bulggayo
ireohke ganjeorhan mam
keudaeneun moreunayo
boiji anhayo na
deulliji anhnayo nae mam
na yeogiisseoyo na gidarilggeyo
na keudaeyeoyaman haeyo
apado useumi nayo
useodo nunmuri nayo
keudaeui kieoki meomuneun keugose na isseoyo
salmyeoshi nal jabajudeon keu songil
nal bodeon ddaddeuthaetdeon keu miso
nunmuljocha areumdabdeon sarang
nae mameun ajik keudaeronde
na keudaeyeoyaman haeyo
na yeogi seoisseulggeyo
shigani heulleodo nunmuri heulleodo
keudaeman gidarilgeyo
apado useumi nayo
useodo nunmuri nayo
keudaeui kieoki meomuneun keugosena isseoyo” senandung Seohyun.
“Dari lagu itu, itu semua ungkapan perasaanku oppa..” Ucap Seohyun.
“Ok, giliran aku..” Ucap Ryeowook.
“Oppa, lagu Maybe Tommorow mu itu oppa. Nyanyikanlah untukku” ucap Seohyun.
“nemonan haneureul bodaga
jogeuman eokkael anabwa
chagabgo museoun sesang
charari sumeo beorilkka
gamanhi gwireul giurimyeon
barami sogsagyeo june
yeonyag han namuship deuldo
da noraehan dago
nado moreujin anhatji
aesseo moreun che haesseul ppun
eoneusae umteugo itneun
eorin nalgae deureul barabwa
ijen duryeo wodo naui gireul
chajagal geoya nan
myeot beonigo neomeo jyeodo
ireonal geoya nan
dashi han beon nareul midgo
narabol geoya
geurae naeireun
Maybe Tomorrow
eonjen ganeun naui kkumgwa
maju halgeoya nan
sangcheo gipeun maeumeul
deo anajul geoya nan
nawa dalmeun neoreul hyanghae
useojul geoya
geurae naeireun
Maybe Tomorrow
nan Oh
haneureun neomu neolbgo neolbeo
bit ttara naraga daga
neol dashin mot bomyeon eojjeoji
buran hajiman
jina on shiganeul geurimyeo
chueogui garureul ppuryeo
chumeul chuneun nabi cheoreom
ireumeul bureumyeon dwae
nado moreujin anhatji
aesseo moreun che haesseul ppun
eoneusae umteugo itneun
eorin nalgae deureul pyeolchyeo bwa
ijen duryeo wodo naui gireul
chajagal geoya nan
myeot beonigo neomeo jyeodo
ireonal geoya nan
dashi han beon nareul midgo
narabol geoya
geurae naeireun
Maybe Tomorrow
eonjen ganeun naui kkumgwa
maju halgeoya nan
sangcheo gipeun maeumeul
deo anajul geoya nan
nawa dalmeun neoreul hyanghae
useojul geoya
geurae naeireun
Maybe Tomorrow
marharyeoda samkyeotdeon
sungan deulmada
neoui ireum sseotda jiun gotmada
huhoega millyeo ojiman
nal sarang handan mareobshi
saranghae jugo
neul dwieseoman ana judeon
neoraneun geol anikka
ijen duryeo wodo naui gireul
chajagal geoya nan
myeot beonigo neomeo jyeodo
ireonal geoya nan
dashi han beon nareul midgo
narabol geoya
geurae naeireun
Maybe Tomorrow
eonjen ganeun naui kkumgwa
maju halgeoya nan
sangcheo gipeun maeumeul
deo anajul geoya nan
nawa dalmeun neoreul hyanghae
useojul geoya
geurae naeireun
Maybe Tomorrow
Oh nan
Maybe Tomorrow” senandung Ryeowook.
“Dan lagu itu juga menggambarkan perasaanku Seo..” Ucap Ryeowook.
“Ryeowook-ahh, kapan kau membuat lagu baru? Aku tak pernah tahu” ucap Sooyoung.
“Hihihi.. Aku membuatnya bersama Seohyun” ucap Ryeowook.
“Kapan kau membuatnya?” Tanya Sooyoung.
“Dua minggu yang lalu” ucap Ryeowook
“Huh.. Biasanya kau mengajakku kalau kau ingin membuat lagu” ucap Sooyoung.
“Aisshh.. Jangan berdebat huh. Pokoknya, mulai hari ini dan seterusnya, kita adalah teman ne” ucap Kyuhyun.
“Ne, aku setuju!” Ucap Seohyun.

-END-

Iklan

2 thoughts on “Maybe Tommorow [2/2] (Twoshoot) Chapter 2 END

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s