[Oneshoot] At Last I See You

At Last I See You
Author: Risma Aulia (@SeoBabyWook)
Rate: G
Genre: angst, romance
Length: oneshoot
Cast:
-Kim Ryeo Wook (Ryeowook)
-Seo Joo Hyun (Seohyun)
-Cho Kyu Hyun (Kyuhyun)
Other Cast:
-Choi Soo Young (Sooyoung)
-Nathan Kim (OC)
-Other member Super Junior
-Other member Girls Generation
Fanfic poster by: Hyuna Kim
Posted in:
Blog= http://whitepureseowook.blogspot.com/
Website: http://seowookfanficindo.wordpress.com/
Facebook page: White Pure Always Love Seowook Couple
Keterangan: Semua isi cerita ini Author POV. Untuk tanda *** artinya adalah SKIP
Summary: jangan ceroboh terhadap cinta. Jangan pernah membunuh perasaan orang yang sangat mencintaimu demi cinta pertamamu yang telah hilang.
STORY BEGINING! Don’t like SeoWook or KyuYoung couple? Don’t read it please!
at last i see you


[7 Juni 2014]
Seorang yeoja sedang menatap sebuah album berwarna ungu ditangannya. Dibukanya satu per satu halaman itu. Ingatannya kembali di masa lalu. Saat namja yang dicintainya masih berada di sampingnya. Tak terasa, matanya telah meneteskan butiran-butiran bening dan jatuh membasahi album foto itu. Yeoja itu menangis dalam diam. Tanpa suara, hanya air matanya yang menetes. Dibukanya foto pertama, terdapat foto namja yang sangat dirindukannya. Ingatannya kembali saat pertama kali ia bertemu kembali dengan namja itu di kampus. Itu sudah 1 tahun yang lalu.
“Ryeowook oppa, bogoshippoyo..” lirih yeoja itu.
FLASHBACK
1 years ago..
“Oppa, mengapa kamu harus pergi ke Jepang? Apa kamu tak mencintaiku lagi?” ucap Yeoja itu dengan derai air matanya.
“Seohyunnie, mianhae. Mungkin hubungan kita berakhir sampai disini. Aku tidak bisa menolak perjodohan dari kedua orang tuaku. Mereka akan menjodohkanku dengan Choi Sooyoung, anak dari keluarga Choi yang sangat terkenal dengan kesuksesannya. Dan orang tuaku menjodohkanku karena masalah ekonomi. Perusahaan Appa ku bangkrut. Aku sangat mencintaimu Seohyunnie, tapi mianhae.. mungkin kita memang tidak akan berjodoh. Mianhae, saranghaeyo. 5 menit lagi, pesawat akan lepas landas. Kumohon, carilah namja yang lebih mencintaimu. Aku tidak bisa bersamamu” ucap Namja itu sambil mengecup kening yeoja yang dipanggil Seohyun itu.

“Nado saranghaeyo, Kyuhyun oppa” balas Seohyun sambil memeluk erat namja yang disebut Kyuhyun itu.
“aku tidak akan melupakanmu, saranghae. Aku minta, kamu harus masuk di SM University. Itu adalah kampus paling cocok untukmu. Disana banyak mahasiswa yang pintar. Kampus itu juga termasuk kampus yang bagus” ucap Kyuhyun, lalu pergi meninggalkan Seohyun.
‘Baik oppa, aku akan mendaftar ke kampus yang kamu sebutkan’ batin Seohyun
***
@SM University
“Apa? Seharusnya saya dapat masuk ke kampus ini. Apa ada salah perhitungan nilai? Nilai saya cukup untuk masuk ke kampus ini, bahkan lebih” ucap seorang Namja sambil menunjukkan hasil nilainya saat SMA pada pengurus tata usaha di kampus itu.
“Baiklah, akan kami cek ulang. Kamu bisa menunggu diluar” ucap salah satu pengurus tata usaha tersebut. Namja itu pun keluar dan duduk di salah satu bangku di kampus itu. Matanya menatap ke seluruh mahasiswa yang sedang melihat daftar nama yang diterima di kampus itu.
‘Apa itu Seo Joo Hyun? Ya Tuhan, akhirnya aku bisa bertemu dengannya kembali’ batin namja itu saat melihat Seohyun. Ia pun menghampiri Seohyun yang juga tengah melihat daftar nama yang diterima di kampus itu.
“Seohyun-ahh” tegur namja itu. Seohyun pun menoleh.
“Ryeowook? Kamu juga mendaftar di kampus ini?” ucap Seohyun.
‘Ya Tuhan, mengapa aku harus bertemu dengannya lagi? Huh, ia pasti akan mengejarku seperti saat SMA dulu. Semoga saja ia ditolak di kampus ini’ batin Seohyun
“Ne. Apa kamu diterima?” Tanya namja yang dipanggil Ryeowook itu.
“Tentu saja. Kalau kamu?” Ucap Seohyun balik bertanya.
“Tidak tahu. Di daftar itu tidak ada namaku. Tetapi saat aku mengecek nilaiku, aku layak masuk ke kampus ini. Jadi, aku meminta para pegurus tata usaha untuk mengecek ulang apa aku berhak masuk ke kampus ini. Semoga saja aku diterima agar aku bisa satu sekolah denganmu lagi.. hahaha, kita memang berjodoh bukan?” ucap Ryeowook sambil menyenggol bahu Seohyun. Seohyun hanya membalas ucapan Ryeowook dengan tatapan sinis nya.
“Terserahmu saja.. Sampai kapanpun, aku ini adalah yeojachingu Cho Kyuhyun” ucap Seohyun
“Apa kau masih mengharapkannya kembali? Kudengar ia sudah pergi ke Jepang dan dijodohkan dengan Choi Sooyoung. Seharusnya kamu mengharapkanku agar aku bisa menjadi namjachingumu, karena kita adalah pasangan terbaik di dunia” balas Ryeowook sambil merangkul Seohyun.
“Cih, dari dulu sampai sekarang sifatmu tidak berubah. Kau sangat menyebalkan. Lepaskan aku, kukira aku mau dirangkul olehmu?” ketus Seohyun
“Mengapa kamu masih mengharapkannya? Bukankah disini ada aku yang mencintaimu?” ucap Ryeowook.
“Aisshh, bisakah kau berhenti mengucapkan kata-kata cinta itu untukku? Kata-kata itu hanya pantas diucapkan oleh Cho Kyuhyun” ucap Seohyun.
‘Kapankah aku bisa mendapatkan hatimu? Hati ini cukup sakit mengetahui kalau kau tidak mencintaiku. Mengapa kau menambahnya dengan mengucapkan nama Cho Kyuhyun di depanku?’ batin Ryeowook
“Untuk mahasiswa yang bernama Kim Ryeowook, diharapkan untuk menemui petugas tata usaha” sebuah panggilan terdengar di speaker kampus itu.
“Ja-hey! Pasti aku diterima. Seohyunnie, tunggu aku besok di kampus ini” ucap Ryeowook sambil mencolek dagu Seohyun
“Berani-beraninya kau memegang daguku! Dasar menyebalkan!” ucap Seohyun.
“Jika aku di terima, malam ini aku akan ke rumahmu untuk mengajakmu makan malam” celetuk Ryeowook. Ia pun pergi meninggalkan Seohyun menuju ruang tata usaha.
“Hari ini hari yang paling sial. Aku takut jika ia diterima. Setahuku, ia juga termasuk siswa yang berprestasi di SMA dulu. Ah, semoga saja ia tetap ditolak” ucap Seohyun.
***
“Kim Ryeowook, kamu diterima di kampus ini. Memang benar, ada kesalahan terhadap perhitungan nilai. Oh ne, mulai besok kamu dan seluruh mahasiswa yang diterima di kampus ini sudah dapat mengikuti pelajaran di kampus ini” ucap salah satu petugas tata usaha tersebut.
“Jinjayo? Kamsahamnida…” ucap Ryeowook senang.
‘Tunggu aku nanti malam, Seohyunnie’ batin Ryeowook.
***
20.00 PM
@Seohyun’s house
“Ada apa kau datang kemari?” tanya Seohyun ketus
“Sesuai dengan ucapanku tadi, jika aku diterima di SM University aku akan mengajakmu makan malam” jawab Ryeowook.
“Cih, apa harus aku yang kau ajak makan? Kau bisa saja mengajak Eomma mu atau Halmeoni mu. Mengapa harus aku?” tukas Seohyun.
“Aku sudah terlalu sering mengajak mereka makan malam. Untuk sekali saja Seohyunnie, kumohon” ucap Ryeowook. Seohyun memutar bola matanya.
“Aku tidak mempunyai waktu. Apalagi hanya keluar untuk makan malam. Aku bisa memasaknya sendiri. Untuk apa aku membuang-buang waktuku percuma? Sudahlah, aku malas bertemu denganmu. Lebih baik aku mempelajari apa yang akan dipelajari besok daripada pergi bersamamu. Dan kamu, Kim Ryeowook, lebih baik kamu pulang. Kurasa Eomma mu sedang menunggumu di rumah” ketus Seohyun, lalu menutup pintu rumahnya dengan kasar.
“Aku tak pernah mengerti, Seohyun. Mengapa kamu selalu bersikap ketus padaku? Aku tahu kamu masih terpukul karena perjodohan Kyuhyun dan Sooyoung. Tetapi haruskah semua masalahmu kamu lampiaskan padaku?” bisik Ryeowook. Ia menghela nafas, lalu berjalan menuju mobilnya dengan wajah muram.
FLASHBACK END
Back to 7 Juni 2014
“Aku salah saat itu. Seharusnya aku mau diajak olehmu makan malam. Apa aku ini sangat kasar oppa? Mianhae, saat itu aku tahu semua isi hatimu karena kau selalu berkata bahwa kau mencintaiku, tetapi aku belum bisa menerimamu karena ketakrelaanku karena Kyuhyun oppa akan dijodohkan oleh Choi Sooyoung. Seharusnya aku mengerti, seharusnya aku mengerti perasaanmu. Kau sangat mencintaiku, Ryeowook oppa. Darimu, aku mulai mengerti apa arti cinta. Walau seberapa besar rintangan, orang yang mencintaiku itu pasti akan mengusahakan bagaimana cara mengembalikan cinta itu seperti sediakala. Oh, sungguh Kyuhyun oppa bukan tipe namja yang seperti itu. Tipe namja seperti itu adalah kamu oppa. Kamu tidak pernah menyerah karena aku selalu menolakmu. Ryeowook oppa, kumohon kembalilah.. kembali ke sisiku..” bisik Seohyun. Dibuka kembali lembaran album ditangannya. Kembali teringat memori masa lalunya.
FLASHBACK
@SM University
“Apa ini?” ucap Seohyun saat menemukan secarik surat di dalam laci mejanya. Ia pun membuka isi surat tersebut yang berisi:

Annyeong Seohyun-ahh
Aku minta, hari ini datanglah ke Sungai Han.
Jam 8 malam nanti.
Pokoknya kamu harus datang.
Pakailah baju terbaikmu.
Aku akan menunggumu disana.
Salam
Penggemarmu

“Siapa yang mengirim ini?” ucap Seohyun bingung. Dibolak-baliknya surat tersebut. Tak ada nama pengirimnya.

“Apa aku harus datang? Tetapi aku takut jika itu adalah orang jahat. Tetapi jika aku menemukan surat ini di bawah kolong mejaku, berarti orang itu satu kampus denganku dan di kampus ini kurasa tidak ada mahasiswa yang jahat. Ah, lebih baik aku datang saja!” pikir Seohyun.
***
8.00 PM
@Sungai Han
“Dimana namja itu?” ucap Seohyun kebingungan. Tiba-tiba ia merasakan sepasang tangan menutup kedua matanya.
“Seo Joo Hyun..” ucap namja itu. Seohyun mengerutkan keningnya. Ia seperti mengenali pemilik suara itu.
“Ka.. kamu?” ucap Seohyun sambil menepis tangan namja itu. Ia pun menatap namja yang menutup matanya tadi. Ia menggunakan kemeja berwarna putih yang di double dengan jas hitam. Namja itu adalah Ryeowook.
‘Huh, mengapa ia namja yang mengirimi surat misterius itu? Aku berharap kalau surat itu dari seniorku yang tampan itu, Jung Yonghwa. Kalau aku tahu dia namja yang mengirimiku surat, lebih baik aku tidak usah datang. Pakai acara memakai pakaian seperti itu pula. Dia pikir ini pernikahan?’ batin Seohyun
“Ya.. Ini aku, Kim Ryeowook” ucap namja yang ternyata adalah Ryeowook itu.
“A-apa? Jadi kamu yang mengirimi aku surat misterius itu? Cih, dasar namja penakut. Mengapa hanya mengajak ke Sungai Han saja perlu mengirimi surat? Namja lain saja tidak sepertimu, ia mengatakan langsung pada yeoja yang ingin diajaknya” omel Seohyun
“Mengapa semua hal yang kulakukan selalu salah di matamu? Kemarin, aku mengajakmu pergi ke restoran dengan cara yang kau katakan. Tetapi kau menolaknya. Aku menggunakan cara lain agar aku bisa mengajakmu pergi. Dan kau tidak suka dengan cara ini? Sebenarnya bagaimana cara yang benar untuk mengajakmu pergi? Aku mengajakmu karena aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu, tetapi dengan cara yang romantis. Apa kau tidak bisa sekali saja mengerti dengan perasaanku? Aku sangat mencintaimu. Aku tak bisa membiarkan perasaan ini tertutup di dalam sini tanpa orang yang ku cintai itu tahu. Aku tahu, cinta ini bertepuk sebelah tangan. Tapi bisakah kau mengerti perasaanku? Hidupku hanya tinggal sebentar lagi, tetapi sebelum aku pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya, bolehkah aku memilikimu?” ucap Ryeowook. Seohyun menatap Ryeowook iba.
‘Apa maksud dari kalimat terakhir yang ia ucapkan? Memangnya ia akan pergi kemana?’ batin Seohyun.
“Mianhae, Ryeowook. Aku tak bisa mencintaimu. Lebih baik kau buang jauh-jauh perasaan itu, aku tak ingin melukai hatimu karena aku tak bisa membalas cintamu” ucap Seohyun. Ryeowook memegang kedua tangan Seohyun. Lalu menatap mata Seohyun dalam.
‘Ya Tuhan, aku tak ingin melukai perasaannya. Dan aku masih belum bisa melupakan Kyuhyun oppa. Tetapi, dari matanya, ia benar-benar tulus mencintaiku. Terkadang saat aku mengucapkan kata-kata yang menyakitkan hatinya, ekspresi wajahnya berubah. Aku yeoja yang berdosa, aku telah menyakiti perasaan orang lain. Ryeowook, mianhae’ batin Seohyun.
‘Wajahnya terlihat pucat. Apa yang terjadi padanya? Dan apa yang sedang ia lakukan sekarang?’ batin Seohyun saat melihat Ryeowook berjongkok di hadapannya sambil memegangi perut bagian kirinya dengan wajah yang menahan sakit.
“Ryeowook? Kau kenapa?” ucap Seohyun sambil berjongkok dan memegangi pundak Ryeowook.
“Gwenchana, aku hanya lupa makan sore tadi” dusta Ryeowook. Ya, ia memang menyembunyikan suatu hal dari Seohyun.
“Seohyunnie..” Ucap Ryeowook. Wajahnya terlihat masih menahan sakit.
“Hmm?” sahut Seohyun
“Kumohon, terimalah aku menjadi namjachingumu..” ujar Ryeowook sambil memberikan setangkai bunga mawar merah yang sedari tadi ia selipkan di belakang punggungnya. Kini posisi mereka yang tadinya berjongkok sekarang mereka duduk di rerumputan dekat sungai tersebut.
Seohyun menatap bunga mawar yang dipegang Ryeowook. Ia tengah berpikir apakah ia akan menerimanya atau tidak.
‘Kajja Seohyun, jawablah. Sebelum aku pingsan karena menahan sakit luar biasa ini. Cepatlah, berikan jawabanmu. Aku sudah tak kuat lagi.. aku tak ingin pingsan dihadapanmu’ batin Ryeowook.
“Aku… aku tidak bisa” lirih Seohyun. Ryeowook menunduk. Seohyun kembali menatap Ryeowook iba.
‘Mianhae, jeongmal mianhae Ryeowook-ahh’ batin Seohyun.
“Baiklah, aku tidak akan memaksa. Kau boleh pulang. Aku akan mendengarkan kata-katamu. Aku akan belajar untuk melupakan perasaan ini” ucap Ryeowook dengan wajah sedih.
“Mianhae, annyeong..” ucap Seohyun sambil beranjak pergi dari hadapan Ryeowook. Ryeowook menatap kepergian Seohyun.
‘Seohyunnie, ditolak itu sakit. Bahkan lebih sakit dari penyakit yang ku idap’ batin Ryeowook.
Ryeowook kembali meremas erat perut bagian kirinya yang terasa perih. Tak ada satupun obat yang ia bawa. Langit mulai menunjukkan tanda-tanda akan turun hujan. Tak sampai 1 menit, hujan pun turun dan air membasahi tubuh Ryeowook. Hawa dingin mulai menusuk tubuhnya. Pakaiannya basah kuyup karena telah dibasahi oleh hujan. Ia hanya tersenyum miris. Darah mulai mengalir dari hidungnya. Lambungnya terasa sakit, ditambah rasa lemas di sekujur tubuhnya. Tubuhnya lalu jatuh tersungkur ke tanah.
“Seo Joo Hyun..” Lirihnya sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri.
***
5 hari kemudian..
@SM University
‘Dimana Ryeowook? Mengapa setelah aku bertemu dengannya di Sungai Han, ia sudah tidak masuk kampus selama 5 hari ini? Kemana dia? Apa ia marah padaku?’ batin Seohyun.
“Hei! Mengapa kau dari tadi belum pulang? Ini sudah siang, tak seharusnya kau disini. Siapa yang kau cari? Mengapa dari tadi aku memerhatikanmu seperti sedang mencari sesorang?” ucap Hyoyeon.
“Kau tahu kemana Ryeowook? Selama 5 hari ini ia tidak masuk sekolah. Aku takut jika ada sangkut pautnya denganku” ucap Seohyun.
“Anniyo, ini tidak ada sangkut pautnya denganmu. Bukankah Ryeowook dirawat di rumah sakit?” celetuk Hyoyeon.
“Di rumah sakit? Ryeowook sakit apa? Terakhir kali kulihat ia baik-baik saja, hanya saja wajahnya pucat dan ia seperti sedang menahan sakit pada perutnya” ucap Seohyun.
“Apa kau tidak tahu? Ryeowook mengidap kanker lambung” sambung Hyoyeon.
“A-apa? Kamu bercanda bukan? Hyoyeon-ahh, bercandamu sungguh tidak lucu” ucap Seohyun.
‘Apa yang diucapkan Hyoyeon adalah benar? Mengapa aku merasa sangat khawatir seperti ini? Aku belum pernah seperti ini pada Kyuhyun oppa’ batin Seohyun
“Seohyun, tatap mataku. Apa aku sedang bercanda sekarang? Kamu tahu sendiri kan kalau aku ini sahabat Ryeowook sejak SMA? Aku tidak mungkin bercanda soal masalah itu” ucap Hyoyeon.
“Katakan padaku, di rumah sakit mana ia dirawat?” tukas Seohyun. Wajahnya terlihat menahan tangis.
“Sonelf Hospital” jawab Hyoyeon.
“Seohyun-ahh..” Ucap Hyoyeon. Seohyun menyahut.
“Buatlah Ryeowook bahagia. Cintailah dia seperti ia mencintaimu. Balaslah cintainya” ucap Hyoyeon sambil menatap nanar Seohyun. Air mata Seohyun berjatuhan. Tangis Seohyun pun pecah.
***
@Sonelf Hospital
“Suster, apa disini ada pasien yang bernama Kim Ryeowook?” tanya Seohyun pada salah satu suster di rumah sakit itu.
“Sebentar, saya cek dahulu” ucap suster itu sambil membuka sebuah buku yang berisi daftar nama-nama pasien.
“Pasien yang bernama Kim Ryeowook itu ada di ruang White Pure lantai 3” ucap suster tersebut.
“Kamsahamnida..” ucap Seohyun ramah. Ia pun segera mencari lift untuk pergi ke ruang rawat Ryeowook. Setelah mendapatkannya, ia segera masuk. Sesudah itu, ia langsung mencari ruangan White Pure.
“Ah, dia disana!” ucap Seohyun saat melihat dari jendela seorang namja yang tengah berbaring di ranjangnya dengan selang oksigen yang menempel di hidungnya.
Toktoktok..
Seohyun mengetuk pintu ruang rawat Ryeowook yang terbuat darikaca itu. Ryeowook melirik ke arah pintu, matanya tak berkedip ketika tahu siapa orang yang mengunjunginya.
“Seohyun?” ucap Ryeowook. Seohyun tersenyum ke arah Ryeowook, lalu ia pun masuk ke ruangan tersebut.
“Bagaimana kau tahu aku disini? Siapa yang memberitahumu?” tanya Ryeowook.
“Dari sahabatmu, Hyoyeon” jawab Seohyun.

“Aku tidak pernah menyuruhnya untuk memberitahukan hal ini padamu, tetapi mengapa ia memberitahunya?” ucap Ryeowook dengan tatapan kosong.
“Aku yang bertanya padanya” celetuk Seohyun.
“Mengapa kamu menanyakanku pada Hyoyeon? Mengapa kamu menjengukku?” ucap Ryeowook.
“Karena aku peduli padamu, Ryeowook” balas Seohyun. Ryeowook terdiam.
“Buatlah Ryeowook bahagia. Cintailah dia seperti ia mencintaimu. Balaslah cintainya”
Ucapan Hyoyeon kembali tergiang di telinga Seohyun. Ia menatap Ryeowook. Sebenarnya Seohyun mulai menyukai Ryeowook semenjak ia bertemu Ryeowook di Sungai Han.
‘Apa aku harus mengatakan bahwa aku juga mencintainya?’ batin Seohyun.
“Ryeowook..” panggil Seohyun. Ryeowook menyahut.
“Naneun saranghae.. Aku juga mencintaimu” ucap Seohyun. Sontak kata-kata itu membuat Ryeowook menatap Seohyun dengan tatapannya.
“Apa kamu mengucapkan itu karena kamu hanya kasihan padaku? Aku ingin dicintai dari hatimu yang paling dalam Seohyunnie, bukan hanya sekedar kata-kata atau sekedar kasihan padaku” ucap Ryeowook. Wajahnya kembali memancarkan kesedihan.
“Aku bukan kasihan padamu. Aku mencintaimu, semua berawal dari saat kita bertemu di Sungai Han. Aku telah mendengar semua kata-kata dewasamu. Sebelumnya kamu selalu bersifat ke kanak-kanakan di hadapanku. Tetapi saat itu, kamu telah menunjukkan bagaimana sifatmu padaku. Kamu adalah tipe namja yang dapat mempertahankan cinta. Aku baru menyadari itu” ucap Seohyun.
“Aku ingin pembuktian darimu kalau kamu benar-benar mencintaiku” ucap Ryeowook.
“Baiklah, aku berjanji, setiap pulang dari kampus aku akan selalu menjengukmu. Jika aku melanggar janjiku, berarti aku membohongimu” ucap Seohyun.
“Baik, tetapi sebenarnya aku tidak perlu pembuktian itu. Aku sudah melihat jelas dari matamu kalau kau menyukaiku” ucap Ryeowook dengan cengiran kudanya.
“Aishh oppa, kau mengerjaiku! Uuuh, dasar menyebalkan” ucap Seohyun sambil mem-poutkan bibirnya.
“Sebentar, apa katamu? Kau memanggilku oppa?” ucap Ryeowook. Seohyun mengangguk-anggukkan kepalanya.
“Katakan sekali lagi, aku suka mendengarnya” celetuk Ryeowook.
“Ryeowook oppa..” ucap Seohyun.
“Dengan ini, aku dapat menyimpulkan bahwa kau menerima pernyataan cintaku” tutur Ryeowook.
“Ne, aku mengizinkanmu untuk menjadi namjachinguku” ucap Seohyun.
“Gomawo.. Saranghae, chagi..” ucap Ryeowook.
“Nado saranghae oppa” balas Seohyun. Sakit kembali menyerang lambung Ryeowook. Ia mencoba untuk menahan rasa sakit yang menderanya itu. Namun semakin ia membiarkannya, rasa sakit itu semakin menjadi. Diremas erat perut bagian kirinya. Keningnya mengerut karena menahan sakit.
“Oppa, waeyo?” Tanya Seohyun. Ryeowook tersenyum.
“Appoyo..” Lirih Ryeowook.
“Aku panggilkan uisa ne oppa..” Ucap Seohyun, namun Ryeowook mencegahnya.
“Aku tidak ingin uisa menyuntikku, memberiku bahan-bahan kimia yang membuatku sengsara. Aku hanya ingin ia pulih secara alami” ucap Ryeowook.
“Tapi oppa, aku tidak tega melihatmu terus-terusan menahan sakit seperti itu” ucap Seohyun.
“Gwenchana..” Balas Ryeowook.
“Baiklah, kalau begitu oppa harus beristirahat” ujar Seohyun. Ryeowook mengangguk, lalu ia pun menutup matanya dan beberapa menit kemudian ia tertidur pulas. Seohyun lalu mengecup kening Ryeowook.
FLASHBACK END
Back to 7 Juni 2014
“Aku sangat mengingat tanggal 7 Juni oppa. Tanggal itu dimana aku dan kamu memulai hubungan. Dan hari ini seharusnya kita berpesta bersama karena hari ini adalah tepat 1 tahun anniversary kita. Tetapi hal itu tidak mungkin terjadi. Ribuan kali aku menyebut namamu, kamu juga tidak akan muncul di hadapanku” Seohyun menatap foto mantan namjachingunya itu di dalam album foto kenangannya. Ya, itu adalah foto Ryeowook. Sekarang foto itu telah basah karena air matanya yang berjatuhan membasahi foto itu. Ia membuka kembali lembaran selanjutnya, foto itu adalah foto saat ia dan Ryeowook berselca bersama saat merayakan anniversary mereka yang ke 1 bulan.
FLASHBACK
@Taman rumah sakit
“Aissh, mengapa kamu membawaku kesini?” Ucap Ryeowook. Seohyun tak menghiraukan ucapan Ryeowook. Ia tetap mendorong kursi roda yang dinaiki Ryeowook ke sebuah bangku di taman itu.
“Daripada oppa terus-terusan tidur di kamar tanpa melakukan sesuatu, lebih baik kita berpesta merayakan 1 bulan anniversary kita disini” celetuk Seohyun.
“Tanggal berapa hari ini? Memangnya hari ini kita anniversary?” Tanya Ryeowook.
“Aissh oppa, masa bisa lupa? Hari ini tanggal 7 Juli, kita berpacaran tanggal 7 Juni. Masa oppa lupa?” Ucap Seohyun dengan wajah cemberut.
“Hahaha.. Anniyo, mana mungkin aku bisa lupa. Aku tak mungkin melupakan hari yang sangat bersejarah dalam hidupku ini. Seohyunnie, kamu terkena tipuanku lagi. Hahaha…” Tawa Ryeowook.
“Yaaakk, dari dulu sifat jahil oppa tidak hilang juga. Huh, menyebalkan” Seohyun mempoutkan bibirnya dan melipat tangan di dadanya.
“Yaaa, wajahmu imut jika seperti itu..” Celetuk Ryeowook sambil mencubit kedua pipi Seohyun.
“Awww.. Ah, appo. Yaaak oppa, hentikan” ujar Seohyun sambil berusaha menepis tangan Ryeowook.
“Hahaha.. Happy anniversary, chagi” ucap Ryeowook. Ia pun mengecup bibir ceri milik Seohyun.
“Kamu nakal sekali oppa. Berani-beraninya kamu mengambil first kiss ku” ucap Seohyun.
“Kamu yeojachinguku, aku berhak mendapatkan bibirmu” ucap Ryeowook.
“Yaaak, dasar mesum” ujar Seohyun.
“Hahaha, waeyo? Kau mau lagi?” Ryeowook mengedipkan matanya dengan genit ke Seohyun.
“Oppa, kau…”

Chuuuuppp..~

“Mmmmpphh.. Oppa, aisshh” Seohyun berceloteh. Namun Ryeowook kembali menarik wajah Seohyun dan mencuri bibirnya. Sekitar 2 menit lebih mereka melakukan kisseu. Seohyun pun melepaskan ciumannya.
“Oppa, sudahlah. Aku tidak bisa bernafas” ucap Seohyun.
“Tetapi apa benar aku orang pertama yang mengambil first kiss mu?” Tanya Ryeowook.
“Ne oppa, sudah kubilang berapa kali” balas Seohyun.
“Anggap ciuman itu sebagai hadiah anniversary dariku. Mungkin kau masih ingin poppo denganku lagi. Benar bukan?” ucap Ryeowook.

PLETAK!

Jitakan dari tangan Seohyun pun mendarat mulus di jidad Ryeowook.
“Yak, appo. Mengapa kau menjitakku?” Ucap Ryeowook sambil mengelus jidadnya yang memerah.
“Untuk mengurangi fikiran yadong yang ada dikepalamu itu” ucap Seohyun.
“Aisshh, aku tidak yadong chagi. Aku tidak seperti namjachingu Hyoyeon yang bernama Eunhyuk itu. Ia selalu meminta jatah poppo setiap hari. Beruntung aku tidak sepertinya” ucap Ryeowook.
“Jangan kau tiru Eunhyuk ne” ucap Seohyun sambil memberikan deathlarge pada Ryeowook *bener gak tulisannya?*
“Hahaha, tidak mungkin chagi.. Aku tidak mesum seperti dia” ujar Ryeowook.
“Tetapi buktinya oppa tadi..” Ryeowook menutup mulut Seohyun dengan tangannya.
“Jangan katakan apapun tentang hal itu, aku tak ingin orang-orang menatapku seperti ini” bisik Ryeowook. Seohyun pun menepis tangan Ryeowook.
“Isshh, itu juga salah oppa” balas Seohyun.
“Aku tak salah menciummu, karena aku namjachingumu chagi..” Ucap Ryeowook sambil menoel(?) dagu Seohyun.
“Chagi, apa kau membawa ponsel? Rasanya aku sangat ingin berselca hari ini” ucap Ryeowook.
“Ige..” Seohyun memberikan ponselnya.
“Chagi, mendekatlah..” Ucap Ryeowook.
“Ada apa?” Tanya Seohyun.
“Action!” Seru Ryeowook

Ckrek! Ckrek!

“Yak, fotoku jelek oppa” ucap Seohyun.
“Anniyo, ini yeoppo. Kalau kau jelek untuk apa aku menjadikanmu yeojachinguku?” Canda Ryeowook.
“Isshh, oppa sangat menyebalkan. Uuuh..” Seohyun memukul-mukul dada Ryeowook. Ryeowook terus tertawa terbahak-bahak karena puas mengerjai Seohyun habis-habisan.
FLASHBACK END
Back to 7 Juni 2014
“Dulu aku memang selalu kesal karena kamu selalu mengerjaiku dengan sifat nakalmu itu. Tetapi sekarang aku merindukan sifat nakalmu itu oppa. Hal yang paling ku sesali, saat aku melupakanmu di saat hari terakhirmu di dunia ini. Padahal kamu sudah susah payah meminta izin pada Uisa untuk pergi menemuiku di taman Sakura” Seohyun mengusap air matanya. Ia kembali mengingat memorinya pada saat itu.
FLASHBACK
Ponsel Seohyun bergetar, pertanda ada sebuah SMS masuk. Seohyun pun menyambar ponselnya.
‘Hmmm, dari Ryeowook oppa? Apa yang ia katakan?’ Batin Seohyun. Ia pun membuka pesan itu. Ini isi pesan tersebut:
Chagi, temui aku di taman Sakura jam 1 siang. Ada hal yang ingin ku katakan padamu. Jangan temui aku di rumah sakit, aku tidak ada disana. Aku sudah meminta izin pada Uisa untuk menemuimu di taman itu. Kuharap kamu datang siang ini. Jangan lupa! Saranghae
Seohyun tersenyum membaca pesan tersebut. Ia pun membalaskan:
Baiklah, aku akan datang kesana jam 1 siang. Aku tidak akan lupa! Nado saranghae
Setelah membalas pesan tersebut, ia berkeinginan untuk membuka internet dari laptopnya untuk membaca artikel-artikel tentang pelajaran yang ia pelajari sekarang. Selang beberapa menit kemudian, seseorang menelfonnya menggunakan video call. Ternyata itu adalah video call dari Kyuhyun.
“Kyuhyun oppa? Ada apa ia menelfonku dengan menggunakan video call?” Bisiknya. Tanpa berfikir panjang, Seohyun pun menjawab video call tersebut.
“Annyeong Seohyunnie.. Kau masih mengingatku bukan?” Ucap Kyuhyun dari seberang sana.
“Tentu oppa. Aku sangat merindukan oppa. Bagaimana keadaan oppa disana?” Tanya Seohyun.
“Baik-baik saja. Hmmm, apa kamu masuk ke SM University?” Tanya Kyuhyun.
“Ne oppa, aku diterima disana. Kampus itu benar-benar bagus oppa! Gomawo atas saran oppa” celetuk Seohyun.
“Oh ne, apa kamu sudah menemukan namjachingu penggantiku?” Tanya Kyuhyun.
“Ne, oppa tahu bukan namja yang dulu sangat suka menjahiliku?” Ucap Seohyun.
“Oh, Kim Ryeowook itu?” Ujar Kyuhyun.
“Benar, sekarang ia adalah namjachinguku” cetus Seohyun. Entah mengapa, ia seperti ingin menangis saat mengingat Ryeowook. Matanya mulai berkaca-kaca.
“Seohyunnie, apa kau tidak suka berpacaran dengannya?” Tanya Kyuhyun.
“Anni oppa, aku sangat senang berpacaran dengannya” balas Seohyun.
“Lalu mengapa kau sepertinya ingin menangis saat kau membicarakan dia?” Ucap Kyuhyun.
“Aku sedih dengan keadaannya..” Seohyun mulai menitikkan air matanya.
“Apa yang terjadi?” Ucap Kyuhyun.
“Ia mengidap kanker lambung stadium akhir” ucap Seohyun. Seketika itu wajah Kyuhyun berubah menjadi kaget.
“Ia adalah orang yang suka bercanda, suka menjahili orang lain dengan sifat nakalnya. Kurasa ia bahagia, aku tidak pernah melihat seutas kesedihan di wajahnya. Bahkan saat SMA dulu, ia adalah orang yang sering dimarahi oleh guru karena sifat jahilnya. Tetapi bagaimana bisa ia mengidap penyakit separah itu?” Ucap Kyuhyun.
“Mungkin ia menutupi semua kesedihannya dari semua sifat cerianya” ujar Seohyun.
Entah berapa lama ia terus berbicara dengan Kyuhyun melalui video call tersebut. Jam telah menunjukkan pukul 2 siang. 1 jam telah terlewatkan oleh Seohyun.
Sementara itu Ryeowook…
‘Sudah 1 jam aku menunggu disini. Tetapi dimana Seohyun? Apa ia melupakan pesan dariku?’ Batin Ryeowook. Ia merasakan sakit pada jantungnya. Kanker itu memang telah menyebar ke seluruh tubuhnya sehingga semua organ tubuh yang dimilikinya bisa saja tiba-tiba terganggu. Ryeowook hanya terdiam sambil meremas dadanya yang terasa sakit. Ia menatap ke atas langit. Ia merasa waktunya telah tiba untuk pergi dari dunia ini. Ryeowook bersandar di bangku yang ia duduki. Ryeowook segera mengeluarkan ponselnya. Lalu mengetik sebuah pesan untuk Seohyun. Ini isinya:
Chagi, mengapa kamu belum datang? Kamu melupakanku?
Chagi, jika kamu memang terpaksa berpacaran denganku, aku tidak apa-apa, kamu tidak perlu melakukan ini untukku jika kamu terpaksa. Mungkin kamu sudah bosan bertemu terus-terusan denganku. Gomawo untuk semua hari yang kau berikan untukku. Aku hanya ingin mengatakan bahwa aku mencintaimu sampai mati. Aku tetap menyayangimu walau aku sebentar lagi akan pergi ke tempat yang sangat jauh darimu. Yaitu surga. Saranghae Seo Joo Hyun.
“Uhuk.. Uhuk..” Ryeowook terbatuk sambil menutup mulutnya dengan tangan. Tangan yang ia pakai untuk menutup mulutnya itu terasa basah. Ryeowook pun melihat cairan berwarna merah di tangannya. Ia kembali menyandarkan tubuhnya di bangku yang ia duduki. Rasa sakit yang ia rasakan belum kunjung hilang, bahkan rasa sakit itu bertambah.
‘Inikah saatnya aku pergi?’ Batin Ryeowook.
Back to Seohyun..
“Sebentar ne oppa, ada SMS masuk di ponselku” ucap Seohyun sambil membuka pesan di ponsel itu.
‘Ryeowook oppa?’
Seohyun pun membaca isi pesan tersebut. Air matanya kemudian menetes setelah membaca pesan itu. Seohyun melirik jam dindingnya. Matanya terbelalak ketika melihat kalau sekarang sudah jam 2 siang.
“Kyuhyun oppa, mianhae. Aku harus pergi sekarang” ucap Seohyun.
“Baiklah..” Balas Kyuhyun. Seohyun pun mematikan laptopnya. Lalu dengan segera ia pergi ke taman tersebut. Kebetulan taman itu dekat dengan rumahnya, ia memutuskan untuk pergi dengan jalan kaki. Tidak, melainkan dengan berlari.
@taman Sakura
“Ryeowook oppa!” Seohyun melihat Ryeowook yang sedang duduk bersandar di bangku yang ia duduki. Ia pun berlari menghampiri namjachingunya yang kini lemah dan tidak berdaya.
“Chagi..” Lirih Ryeowook. Seohyun mendekap tubuh Ryeowook dan ia menidurkan Ryeowook di atas pahanya.
“Mianhae oppa, jeongmal mianhae. Hiks, aku benar-benar lupa kalau aku harus bertemu dengan oppa disini. Hiks hiks..” Tangis Seohyun
“Anni, kamu tidak perlu meminta maaf. Seharusnya aku yang meminta maaf karena selalu merepotkanmu setiap hari”ucap Ryeowook lemah.
“Oppa bertahanlah. Aku akan mencari taksi untuk membawamu ke rumah sakit” ucap Seohyun. Namun Ryeowook mencegahnya.
“Tidak perlu. Semuanya akan berakhir di tempat ini..” Ucap Ryeowook.
“Apa maksudmu oppa? Kau tidak boleh pergi! Kau harus segera sembuh” ucap Seohyun.
“Aku ingin meminta maaf jika aku mempunyai kesalahan padamu. Mianhae jika aku sering menjahilimu. Aku juga ingin berterima kasih atas semua hari yang kau berikan padaku. Tanpamu, mungkin aku tidak bisa hidup selama ini. Padahal Uisa memvonisku hanya dapat hidup sekitar 2 bulan, tetapi karena kehadiranmu aku bisa hidup sampai 5 bulan lamanya. Gomawo, chagi..” Ucap Ryeowook.
“Hiks.. Oppa, mengapa kau berkata seperti itu?” Tangis Seohyun. Ryeowook tersenyum, ia memegangi dadanya secara tiba-tiba, lalu ia memuntahkan darah dari mulutnya.
“Oppa, kita ke rumah sakit!” Ucap Seohyun.
“Anni.. Se..mua a..kan berakhir di..sini” ucap Ryeowook.
“Sarang..hae Seo..hyun, ku..mohon janga..n lupa..kan a..ku, sela..mat ting..gal” lirih Ryeowook.
“Anni! Oppa, kau harus bertahan! Hiks..hiks, jangan tinggalkan aku” tangis Seohyun meledak. Ryeowook telah menutup matanya untuk selama-lamanya.
FLASHBACK END
Back to 7 Juni 2014
“Sampai sekarang, aku tidak bisa mencari penggantimu. Hatiku selalu untukmu. Ryeowook oppa, happy anniversary” lirih Seohyun.
Keesokan harinya…
@SM University
“Annyeong, hari ini sama membawa mahasiswa baru dari Canada. Ayo, perkenalkan dirimu!” Ucap Lee Songsaenim. Seorang namja dengan style Canada pun masuk ke kelas itu. Ah tidak, ia bukan orang Canada. Ia adalah orang Korea yang tinggal di Canada. Seohyun menatap namja itu dengan tatapan tidak percaya. Namja itu mirip sekali dengan Ryeowook.
ryeowook blonde
“Annyeong haseyo, Nathan Kim imnida. Panggil saja saya Nathan. Saya pindahan dari Canada, tetapi saya asli orang Korea karena appa saya adalah orang Korea. Hanya umma saya yang orang Canada. Saya pindah ke Korea karena pekerjaan appa saya dipindahkan kesini. Bangapta chingudeul-ssi..” Ucap namja yang bernama Nathan itu. Tatapan Nathan bertemu dengan tatapan Seohyun. Seohyun menjadi salah tingkah.
‘Yeoja yang cantik, dia manis sekali..’ batin Nathan.
“Baiklah, kamu bisa duduk di kursi kosong di sebelah Seohyun” ucap Lee Songsaenim sambil menunjuk ke sebuah kursi kosong di sebelah Seohyun. Tanpa basa-basi, Nathan pun segera menghampiri kursi tersebut, lalu duduk di tempat itu.
‘Ya Tuhan, akhirnya kau mengirimkanku pengganti Ryeowook oppa. Bahkan kau menciptakan namja itu persis dengan Ryeowook oppa’ batin Seohyun.
“Annyeong, siapa namamu?” Bisik Nathan.
“Seo Joo Hyun imnida, panggil saja aku Seohyun” ucap Seohyun sambil menatap Nathan persis dengan tatapannya pada Ryeowook.
‘Aneh, mengapa yeoja ini menatapku seperti itu?’ Batin Nathan.
1 hours later..
“Baiklah, saya akhiri sampai disini materi kita. Waktunya rest time!” Ucap Lee Songsaenim.
“Ehm, Seohyun-ssi..” Ucap Nathan.
“Nde?” Sahut Seohyun.
“Boleh aku bertanya, mengapa kamu sering menatapku?” Tanya Nathan.
“Eumm.. Apa aku harus mengatakannya?” Ucap Seohyun balik bertanya.
“Terserah kamu, tetapi aku ingin tahu” ujar Nathan.
“Wajahmu mirip sekali dengan mantan namjachinguku. Bahkan kukira kau adalah kembaran mantan namjachinguku” ucap Seohyun.
“Oh ya? Siapa namanya? Memangnya apa yang terjadi? Mengapa kau menyebutnya sebagai mantan namjachingu?” Tanya Nathan.
“Namanya Kim Ryeowook. Ia sudah meninggal..” Ucap Seohyun sambil menitikkan air mata.
“Uljimayo, mianhae kalau aku membuatmu bersedih” ucap Nathan.
“Gwenchana..” Ucap Seohyun sambil menghapus air matanya.
“Seohyun, bolehkah aku menjadi pengganti Kim Ryeowook? Aku..aku menyukaimu saat pandangan pertama” ucap Nathan.
“Jin..jinjayo? Kau serius?” Ucap Seohyun sambil menatap Nathan. Nathan kemudian memegang kedua tangan Seohyun.
“Ne, aku serius” ucap Nathan.
“Baiklah, aku mau..” Ucap Seohyun. Nathan tersenyum. Ia pun memeluk Seohyun.
‘Hangat pelukannya sama seperti Ryeowook oppa.. Cara berbicara, perlakuannya, semuanya sama. Ya Tuhan, aku sangat berterima kasih padamu. Ryeowook oppa, apa dia kembaranmu? Mungkin dia salah satu dari 7 kembaranmu di dunia’ batin Seohyun.

-END-

 

Iklan

2 thoughts on “[Oneshoot] At Last I See You

  1. Ciyeee 7 juni. Kkk tgl dan bulan itu sama kaya ultah ku wkwk 😀
    Aiigo kasian wookie oppa 😦 seohyun sih baru sadar pas wook udah bener2 sakit 😦
    Trus kyuhyun juga sih ah malah ngevideo call seohyun. Kalau kyu ga video call pasti seo ga akan lupa janji nya sama wook.
    Tpi untung ada pengganti wookie oppa untuk seohyun 😀 hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s