[Series] Because I Love Her (Chapter. 1)

seowook-request1

Author: seobabywook
Rate: PG 13+
Length: series
Genre: angst, hurt, married life, sad
Poster by: Rizkii407 @ rizkingudyana.wp.com
Cast:
-Kim Ryeowook (as Seohyun’s husband) [Ryeowook]
-Kim/Seo Joohyun (as Ryeowook’s wife) [Seohyun]
-Beige Hwang (as Ryeowook’s girlfriend) [Beige]
-Jung Yonghwa (as Seohyun’s bestfriend) [Yonghwa]
-Lee Sungmin [Sungmin]

Other Cast:
-Kim Dongwook (as Ryeowook’s father) [OC]
-Seo Seunghyun (as Seohyun’s father) [OC]
-Seo Shinhwa (as Seohyun’s mother) [OC]
(Nama2 di atas buatan author, jadi tolong maklumin aja ya kalo misalnya kalian gak pernah dengar nama itu :v)

Quotes: don’t broke your love if you don’t know what is love.

Disclaimer: Annyeong, kembali dengan saya yaitu Author Seobabywook yang selalu membawakan FF yang dibuatnya LAMA pake BANGET :v (Tau sendiri kan kalo saya suka numpuk-numpuk FF dan akhirnya saya yang diburu para readers -_-). FF ini murni dari otak saya. Bukan hasil plagiat atau copypaste. Jika ada kesamaan alur, itu hanya kebetulan. Don’t COPYCAT! And you have to leave you comment in here!

-Story Begin-

Tok tok tok…

“Ya, sebentar!” Ucap Ryeowook dari dalam kamarnya. Ia pun berjalan mendekati pintu lalu membukanya.
“Tuan muda, anda dipanggil oleh Tuan Kim ke ruang kerjanya,” ujar Bibi Lee. Pembantu di rumah itu.
“Ada apa?” Tanya Ryeowook.
“Saya juga tidak tahu.” balas Bibi Lee.
“Baiklah,” ucap Ryeowook. Ia pun berjalan ke ruang kerja Appa nya.

“Appa?” Ujar Ryeowook dari luar ruangan.
“Ryeowook-iee, masuk nak.” ucap Ayah Ryeowook.
“Ada apa Appa memanggilku?” Tanya Ryeowook.
“Ryeowook, kau harus menikah dengan Seohyun. Putri dari keluarga Seo,” ujar Ayah Ryeowook yang membuat Ryeowook terkejut seketika.
“M–maksud Appa?” Tanya Ryeowook.
“Appa dan keluarga Seo akan menjodohkanmu dengan putri keluarga Seo yang bernama Seohyun,” jawab Ayahnya.
“Apa?! Aku akan dijodohkan dengan yeoja yang sama sekali tidak pernah ku kenal? Appa, apa maksud dari semua ini?” Ujar Ryeowook.
“Pokoknya, kau mau dijodohkan dengannya!” Ucap Ayah Ryeowook.
“Tidak Appa! Aku tidak mau dijodohkan! Aku bukan anak kecil yang harus menuruti semua yang diperintahkan orang tua. Aku sudah besar, Appa. Dan aku bisa memilih pasangan hidupku sendiri. Ini hak ku, Appa. Bukan hak mu.” Ryeowook menolak keras ketika ayahnya mengatakan bahwa Ryeowook akan dijodohkan dengan putri dari keluarga Seo.
“Ryeowook, dengarkan appa! Appa banyak berhutang budi dengan keluarga Seo. Kau ingat saat kecelakaan 12 tahun yang lalu yang sempat merenggut nyawa eomma mu? Dan karena kecelakaan itu, kau sekarat karena ginjalmu rusak. Siapa yang mendonorkan ginjalnya untukmu? Dia Seohyun, putri dari keluarga Seo itu. Sekarang keluarga itu sedang dalam kesulitan. Perusahaan mereka bangkrut karena ada salah satu karyawannya yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Appa dan orang tua Seohyun berniat untuk menjodohkan kalian. Turuti Appa! Jangan membantah!” Ujar Ayah Ryeowook.
“Aku tidak peduli! Kalau Appa memaksa, oke! Nikahkan saja aku dengan yeoja itu. Tetapi ingat Appa, aku tidak akan pernah mencintai yeoja itu,” ucap Ryeowook. Lalu pergi berlalu dari ruang kerja Ayahnya.
“Ryeowook! Tunggu! Appa belum selesai bicara,” ujar Ayah Ryeowook. Namun Ryeowook mengacuhkannya.

@Ryeowook’s room

“Mengapa Appa selalu mengatur hidupku? Aku ingin kampus yang biasa saja, tetapi Appa mendaftarkanku di kampus yang unggul. Tetapi saat melihat nilai kelulusanku kurang diantara beberapa mahasiswa di kampus itu, ia hanya bisa memarahiku, tetapi ia tidak tahu bagaimana susahnya aku bersaing dengan mereka. Aku ingin bebas seperti temanku yang lain, tetapi Appa tidak pernah mengijinkanku keluar mengendarai mobilku kecuali hanya untuk sekolah. Appa terlalu over-protektif denganku hanya karena aku dilahirkan sebagai orang kaya dan ia bilang tidak sepantasnya aku berada di lingkungan seperti itu. Ia tidak bisa berfikir bagaimana kalau aku tiba-tiba bisa mengalami depresi atau stres. Sekarang, Appa malah menjodohkanku dengan orang lain. Padahal aku sudah berpacaran dengan Beige. Aku benci Appa!” Ujar Ryeowook sambil memukul dinding kamarnya, lalu membentur-benturkan kepalanya ke tembok.
“Beige.. Aku harus menemuinya sekarang,” gumam Ryeowook. Ryeowook segera mengambil ponselnya, lalu menelfon Beige.

“Nomor yang anda tuju sedang sibuk”

“Sial! Disaat aku membutuhkannya, ia mengacuhkanku.” ujar Ryeowook. Ryeowook mengacak pelan rambutnya, lalu membanting tubuhnya di atas kasur.

Tok tok tok…

“Tuan muda…” Panggil Bibi Lee dari luar.
“Aish ada apa lagi?” Bisik Ryeowook. Ryeowook pun segera membukakan pintu kamarnya.
“Iya, Bi?” Sahut Ryeowook.
“Tuan Kim dan keluarga Seo ingin bertemu denganmu,” ucap Bibi Lee.
“Keluarga Seo?” Ucap Ryeowook bingung.
“Ya, mereka baru saja datang ke rumah ini.” Ujar Bibi Lee.
‘Pasti Appa yang menyuruh mereka datang’ batin Ryeowook. Ryeowook pun segera berjalan ke ruang tamu.
“Appa memanggilku lagi?” Ujar Ryeowook.
“Duduklah, nak.” Ucap Ayahnya.
“Seohyun-iee, perkenalkan dirimu” ucap Eomma Seohyun.
“Seohyun imnida..” Ucap Seohyun sambil mengulurkan tangannya.
“Ryeowook imnida,” ujar Ryeowook sambil membalas uluran tangan Seohyun. Seohyun tersenyum, namun Ryeowook hanya memasang tampang juteknya.
‘Kasihan Ryeowook oppa, ia pasti sangat tidak ingin dijodohkan seperti ini. Apalagi dijodohkan dengan orang yang tidak dikenalnya seperti aku. Aku mengenal Ryeowook, namun dia tidak pernah mengenalku’ batin Seohyun.
“Tuan, Nyonya, bagaimana jika pernikahan mereka dilaksanakaan 2 hari lagi? ” Ucap Ayah Ryeowook.
“Itu semua aku serahkan padamu, Dongwook-ssi.” ucap Ayah Seohyun.
“Baiklah, kalau begitu pernikahan akan dilaksanakan besok.” ucap Ayah Ryeowook. Seketika itu, Ryeowook pun menatap ayahnya dengan kaget. Hampir saja Ryeowook membuka mulutnya untuk berkata sesuatu pada ayahnya. Namun niat itu diurungkannya karena di depannya ada Keluarga Seo.
‘Aish, mengapa harus besok? Aku tidak bisa membantah Appa disini. Jika aku membantah, pasti Appa akan sangat marah’ batin Ryeowook.
“Eum, Appa.. Aku permisi ke kamar nde,” ujar Ryeowook. Ayah Ryeowook mengangguk.
‘Maafkan Appa, nak. Appa hanya ingin yang terbaik untukmu’ batin Ayah Ryeowook.

@Ryeowook’s room

Ryeowook berjalan mondar-mandir di kamarnya dengan tangan yang terus memegangi ponselnya. Berulang-ulang kali ia menelfon Beige, akhirnya Beige pun mengangkatnya.

“Yeoboseyo, Beige-ya”
“Ne oppa? Ada apa? Apa kau akan mengajakku jalan-jalan lagi?’
“Beige, ini bukan soal jalan-jalan, kencan, atau semacamnya. Ini serius”
“Serius? Maksudmu?”
“A—aku.. Akan dijodohkan dengan orang lain”
“Mworago? Jadi bagaimana dengan aku oppa? Siapa yang bisa membelikanku barang-barang mahal? Ah, maksudku siapa yang akan menjadi pendamping hidupku nanti? Aku sangat mencintaimu oppa”
“Arraseo, Beige. Aku juga sangat-sangat mencintaimu. Tetapi, aku tidak bisa menolak keputusan Appa. Pernikahan itu akan dilaksanakan besok”
“Apa?! Bagaimana bisa?”
“Aku juga tidak mengerti, Beige-ya. Eum, Beige.. Kurasa sampai disini saja ne. Aku takut aku ketahuan Appa kalau aku sedang menelfonmu”
“Ne, pai-pai”

Tut tut tut..

Sambungan telfon pun dimatikan. Ryeowook menghela nafas berat. Kemudian ia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Matanya memandang ke langit-langit kamarnya.
“Andai Eomma disini…” Lirihnya.

Keesokan harinya…

“Saudara Kim Ryeowook, apakah anda siap menjadi suami dari Seo Joohyun dan siap menerima dalam keadaan sehat maupun sakit?” Ucap pendeta pada Ryeowook. Ryeowook menarik nafas panjang. Dengan berat hati ia pun berkata “Saya bersedia,”
“Saudara Seo Joohyun, apakah anda siap menjadi istri dari Kim Ryeowook dan siap menerima dalam keadaan sehat maupun sakit?” Ucap pendeta pada Seohyun.
“Saya bersedia” ucap Seohyun.
“Baiklah, pasangan Kim Ryeowook dan Seo Joohyun sudah resmi menjadi sepasang suami istri” lanjut sang pendeta.
Ryeowook pun memegang kedua tangan Seohyun. Seohyun memejamkan kedua matanya. Ryeowook mendekatkan wajahnya, lalu mencium kening Seohyun. Para undangan pun bertepuk tangan.
‘Ciuman itu mendarat di keningku. Ciuman dari bibir milik seorang Kim Ryeowook yang sangat kucintai selama ini. Aku senang sekali’ batin Seohyun.
Seohyun berjalan mendekati kedua orang tuanya. Mereka pun memeluk Seohyun erat.
“Chukkae, nak” ucap Ayah Seohyun.
“Selamat atas pernikahanmu” ucap Ibu Seohyun.
“Gomawo appa, eomma.” Ucap Seohyun.
“Sekarang kamu sudah tidak tinggal bersama kami lagi, nak. Kamu sekarang tinggal bersama suamimu, Ryeowook” ucap Ibu Seohyun.
“Dan ketika kamu sakit atau penyakitmu kambuh. Yang kamu panggil bukan Appa atau Eomma. Tetapi dialah yang kamu panggil” ucap Ayah Seohyun sambil memandang Ryeowook. Penyakit? Ya, Seohyun mengidap asma dan lemah jantung sejak lahir.
“Arraseo Eomma, Appa. Aku pasti akan rindu pada kalian” ucap Seohyun sambil memeluk kedua orang tuanya itu.
“Mobil pernikahanmu sudah datang. Pergilah, nak” ujar Ibu Seohyun.
“Aku pamit ne..” Ucap Seohyun sambil mencium tangan Ayah dan Ibunya.
“Jaga dirimu baik-baik, Seohyun” ucap Ayah Seohyun. Seohyun mengangguk. Ia melihat Ryeowook yang sudah menunggunya di dekat pintu keluar. Seohyun segera menghampiri Ryeowook, lalu mereka bersama-sama menaiki mobil tersebut.
“Ryeowook oppa..” Seohyun memecah suasana canggung diantara mereka.
“Hmmm?” Sahut Ryeowook.
“Kemana mobil ini membawa kita?” Tanya Seohyun.
“Ke apartemen kita” balas Ryeowook. Ryeowook merasakan ponselnya terus bergetar. Mungkin ada SMS dari Beige atau Beige sedang menghubunginya.
‘Ponselku terus bergetar. Pasti ini dari Beige. Kalau aku tidak mengangkatnya, mungkin saja ia akan marah padaku. Tetapi jika ku angkat, Seohyun akan curiga padaku’ batin Ryeowook.

[Ryeowook POV]

Aku merasa tidak nyaman dengan getaran ponselku saat ini. Terlebih lagi jika yang membuat ponselku bergetar ini adalah Beige. Aku benar-benar bingung saat ini.

Gadis ini. Aku sungguh membencinya. Gara-gara dia, hidupku berantakan. Aku tidak bisa menjalin hubunganku dengan Beige sampai ke jenjang pernikahan. Yang aku cintai Beige, bukan gadis ini. Aku benci pada semua orang. Jika saja ada tempat yang tidak ada penghuninya, aku lebih baik tinggal disana bersama Beige. Pasti hidupku lebih bebas dibanding hidup menjadi orang kaya, tetapi terlalu di kekang dan tidak bisa memilih siapa jodohku sendiri.

[Ryeowook POV end]

[Normal POV]

Sesampainya…

“Disini tempat tinggal kita. Bagaimana menurutmu?” Ujar Ryeowook sambil membuka kunci pintu apartemen tersebut.
“Ini bagus sekali,” ucap Seohyun. Ryeowook membawa masuk kopernya ke dalam apartemen tersebut.
‘Awalnya aku memang lembut padamu, Seohyun. Tetapi kau yang akan kujadikan pelampiasan semua dendamku karena kau memang pantas mendapatkannya’ batin Ryeowook.

SKIP

At night…

“Oppa, kamu belum tidur?” Tanya Seohyun.
“Aku… Tidak bisa tidur bersamamu” ujar Ryeowook.
“Maksudmu oppa?” Ucap Seohyun.
“Kau tidak dengar hah?! Aku tidak bisa tidur bersamamu! Karena apa? Aku tidak pernah mengenalmu. Walaupun sekarang kau adalah istriku, aku tidak pernah sudi untuk tidur seranjang denganmu!” Bentak Ryeowook kasar. Seohyun sangat terkejut mendengar ucapan Ryeowook. Namja berwajah se-imut itu, ternyata adalah namja yang kasar?
“Tidurlah kau di sofa! Biarkan aku yang menjadi penghuni kamar ini!” Ucap Ryeowook sambil berjalan masuk ke kamar, lalu menutup pintu kamarnya dengan keras.

[Seohyun POV]

Brak!

Ryeowook oppa menutup pintu kamar dengan keras. Apa hanya aku bertanya hal seperti itu, ia marah? Mataku mulai memanas dan akhirnya mataku mulai menghasilkan air mata. Aku terduduk di sofa sambil menangis.
Ku tepuk pelan dadaku. Sesak. Bukan karena penyakitku kambuh, melainkan karena aku sedih melihat Ryeowook kasar terhadapku. Itu berarti dia tidak mencintaiku. Oh Tuhan, apakah cintaku bertepuk sebelah tangan?

Aku pun membaringkan tubuhku di sofa. Hawa di apartemen ini sungguh dingin karena banyak pendingin ruangan. Disini tidak ada selimut. Ryeowook oppa pasti sudah tertidur, masa aku harus membangunkannya hanya karena aku butuh selimut? Bisa-bisa ia semakin marah padaku.
“Hufftt.. Dingin sekali” lirihku. Mataku menangkap ke sebuah remote AC yang tergeletak begitu saja di atas cupboard. Terima kasih Ya Tuhan! Akhirnya aku bisa selamat dari hawa dingin yang begitu menusuk ini.

[Seohyun POV End]

[Normal POV]

Skip time, 06.00 AM

Seohyun terbangun dari tidurnya. Samar-samar, ia melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
“Masih pukul 6 pagi…” Desahnya.
“Hah? Pukul 6 pagi?” Teriak Seohyun. Ia baru ingat kalau jam 7 pagi, Ryeowook sudah harus berangkat kerja ke kantor ayah Ryeowook.
Seohyun pun berdiri dari sofa yang ditidurinya semalaman. Ia pun beranjak ke dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. Dioleskannya selai stroberi ke beberapa helai roti, lalu menghidangkannya di atas meja. Saat Seohyun sedang membuat teh, ia melamun sejenak memikirkan perkataan Ryeowook semalam.
‘Walaupun sekarang kau adalah istriku, aku tidak pernah sudi untuk tidur seranjang denganmu!’
Wajah Seohyun berubah muram mengingat kalimat itu. Ia tidak sadar kalau ia memasukkan garam ke dalam teh. Seohyun pun mengaduk teh tersebut, lalu meletakkannya di samping piring yang berisi roti.
“Hoaahhmm..” Ryeowook ternyata sudah bangun. Ia segera mengambil handuknya setelah itu mandi. Air yang mengguyur tubuhnya membuat rasa kantuknya hilang seketika. Setelah mandi, ia pun mengenakan kemeja dan jasnya, lalu pergi menuju ruang makan untuk sarapan.
“Pagi oppa..” Sapa Seohyun.
“Hmmm.. Apa itu milikku?” Ucap Ryeowook sambil melirik roti dan teh yang sudah tersaji di atas meja makan. Seohyun mengangguk. Tanpa basa-basi lagi, Ryeowook pun duduk di kursi meja makan dan menyantap roti tersebut.
“Oppa~” ucap Seohyun sambil duduk di kursi sebelah Ryeowook.
“Apa?” Jawab Ryeowook.
“Kau.. Masih marah padaku?” Tanya Seohyun.
“Anni. Wae?” Ucap Ryeowook jutek.
“Ah, tidak apa-apa” balas Seohyun. Ryeowook pun melanjutkan makannya. Setelah roti itu habis, Ryeowook meminum tehnya dan…

Praaang..!!

Ryeowook melempar gelasnya ke lantai. Seohyun pun terkejut dibuatnya.
“Uhuk uhuk..” Ryeowook memuntahkan kembali teh yang diminumnya itu.
“Ryeowook oppa, kau kenapa?” Tanya Seohyun khawatir.
“Kau pernah membuat teh atau tidak sih?! Mengapa rasanya asin sekali? Apa jangan-jangan kau ingin mencoba membunuhku? Itulah sebabnya mengapa aku merasa muak denganmu! Istri tidak berguna!” Marah Ryeowook. Seohyun menunduk. Ryeowook memegang dagu Seohyun. Seohyun takut menatap mata Ryeowook yang mengerikan itu.
“Dengarkan aku! Jangan sok mencari perhatian padaku. Jangan harap aku bisa mencintaimu. Aku tidak mencintaimu, tetapi aku membencimu! Camkan itu!” Bentak Ryeowook. Ryeowook mengambil tas kerjanya, lalu pergi meninggalkan Seohyun begitu saja.
‘Aku tidak mencintaimu, tetapi aku membencimu!’
Kata-kata Ryeowook barusan kembali tergiang di telinga Seohyun. Air mata Seohyun pun terjatuh membasahi pipinya.
“Ryeowook oppa..” Lirihnya.

To be continued…

Iklan

2 thoughts on “[Series] Because I Love Her (Chapter. 1)

  1. Wookie jahat yak.kasian seo.
    Lanjut deh penasaran apa yg bkal terjadi sma pasangan seowook??
    Disini beige keliatan banget ya matre nya

  2. Ping-balik: [Series] Because I Love Her (Chapter. 2) | SeoWook Indonesian Shipper & Fanfiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s