[Series] Because I Love Her (Chapter. 2)

seowook-request1

Author: seobabywook
Rate: PG 13+
Length: series
Genre: angst, hurt, married life, sad
Poster by: Rizkii407 @ rizkingudyana.wp.com
Cast:
-Kim Ryeowook (as Seohyun’s husband) [Ryeowook]
-Kim/Seo Joohyun (as Ryeowook’s wife) [Seohyun]
-Beige Hwang (as Ryeowook’s girlfriend) [Beige]
-Jung Yonghwa (as Seohyun’s bestfriend) [Yonghwa]
-Lee Sungmin [Sungmin]

Other Cast:
-Kim Dongwook (as Ryeowook’s father) [OC]
-Seo Seunghyun (as Seohyun’s father) [OC]
-Seo Shinhwa (as Seohyun’s mother) [OC]
(Nama2 di atas buatan author, jadi tolong maklumin aja ya kalo misalnya kalian gak pernah dengar nama itu :v)

Quotes: don’t broke your love if you don’t know what is love.

Disclaimer: Annyeong, kembali dengan saya yaitu Author Seobabywook yang selalu membawakan FF yang dibuatnya LAMA pake BANGET :v (Tau sendiri kan kalo saya suka numpuk-numpuk FF dan akhirnya saya yang diburu para readers -_-). FF ini murni dari otak saya. Bukan hasil plagiat atau copypaste. Jika ada kesamaan alur, itu hanya kebetulan. Don’t COPYCAT! And you have to leave you comment in here!

For late readers: Teaser | Part 1

-Story Begin-

Before story…

“Dengarkan aku! Jangan sok mencari perhatian padaku. Jangan harap aku bisa mencintaimu. Aku tidak mencintaimu, tetapi aku membencimu! Camkan itu!” Bentak Ryeowook. Ryeowook mengambil tas kerjanya, lalu pergi meninggalkan Seohyun begitu saja.
‘Aku tidak mencintaimu, tetapi aku membencimu!’
Kata-kata Ryeowook barusan kembali tergiang di telinga Seohyun. Air mata Seohyun pun terjatuh membasahi pipinya.
“Ryeowook oppa..” Lirihnya.

Chapter 2

Seohyun pun membersihkan pecahan-pecahan gelas yang dilempar Ryeowook tadi. Perasaannya begitu sedih. Ia tak menyangka bahwa rumah tangganya akan seburuk ini.
Setelah membersihkan pecahan gelas tersebut, Seohyun pun duduk di sofa ruang tamu sambil memikirkan kembali perkataan-perkataan kasar Ryeowook.

[Seohyun POV]

Aku termenung lagi. Memikirkan semua kata-kata dari Ryeowook oppa. Ia membenciku, aku ini istri yang tidak berguna, bahkan ia tidak mau tidur satu ranjang denganku.
“Hhhh.. Uhuk uhuk.. Hhhhh..”
Aku menyentuh dadaku. Kurasakan aku mulai kesulitan bernafas dan dadaku sakit, sakit sekali. Aku mengambil obat inhaler ku. Ah, ternyata obat ini habis.
‘Yonghwa..’ Aku mulai teringat dengannya. Segera aku mengambil ponselku dan menelfonnya.
“Yeoboseyo?” Ucapnya.
“Hhh.. Yong..”
“Seohyun? Kau kambuh lagi?” Kudengar dari suaranya, ia mulai khawatir denganku.
“Ne.. Hhh.. Obatku..uhuk, habis”
“Aku akan segera kesana, kirimkan alamatmu”
“Baik…lah” ucapku dengan susah payah. Sambungan telfon pun sudah dimatikan olehnya. Aku segera mengetikkan alamat apartemen ini, lalu mengirimkannya pada Yonghwa. Untung saja aku memiliki sahabat yang baik seperti dia.
Aku mencoba untuk menekan dadaku dan berusaha bernafas dengan tenagaku. Tetapi itu sama sekali tidak mengurangi sakit yang ku rasakan. Yonghwa, cepatlah datang.
“Uhuk uhuk uhuk… Hhhhhh…” Aku memegangi dadaku yang terasa sesak. Nafasku terengah-engah. Sebenarnya aku sering merasakan rasa sakit dan sulit bernafas ini. Namun ini benar-benar menyiksaku.

Ting tong..

Kudengar ada suara bel. Itu pasti Yonghwa. Aku segera berjalan ke arah pintu dan membukakannya. Benar, itu adalah Yonghwa.

[Seohyun POV End]

[Yonghwa POV]

Apartemen nomor 152, disini apartemennya. Aku pun memencet bel yang terletak di samping pintu apartemen ini. Pintu pun terbuka. Kulihat Seohyun memegangi dadanya dan kesulitan bernafas. Aku segera merangkulnya dan kududukkan ia di atas sofa.
“Yong.. Hhhh..sesak.. Sakit..sekali.. Uhuk..” Seohyun meremas dadanya sambil bernafas berat Seohyun tidak akan seperti ini kalau tidak ada yang membuatnya sedih. Kim Ryeowook, pasti dia yang menyebabkan penyakit Seohyun kambuh. Andai saja aku yang dijodohkan dengan Seohyun, aku pasti akan membahagiakannya.
“Ige..” Aku memberikan obat inhaler yang kubeli tadi. Ia menerimanya, lalu menyemprotkan obat itu ke dalam mulutnya. Kulihat ia sudah bisa bernafas normal.
“Gomawo, Yong” ucapnya. Aku tersenyum menanggapinya. Jantungku mulai berdebar-debar. Ah, sadarlah! Seohyun sudah bersuami, dan ia sangat mencintai suaminya itu. Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah bisa memilikinya. Kulihat mata Seohyun sembab, ia seperti kelihatan sehabis menangis.
“Seohyun, gwenchanayo?” Tanyaku.
“Gwenchana” balasnya.
“Itu.. Kamu sehabis menangis bukan? Kumohon kau jujur padaku, Seohyun. Ceritakan semua masalahmu” ucapku.

Grep!

Seohyun memelukku erat.tubuhnya bergetar, sepertinya ia menangis.
“Ryeowook oppa.. Hiks, dia membenciku” ucapnya sambil terisak.
“Dia bilang, aku ini istri yang tidak berguna. Ia bahkan tidak mau tidur satu ranjang denganku” sambung Seohyun. Kubelai rambut lembut Seohyun. Kasihan dia, ia sangat mencintai Ryeowook, namun itukah balasan dari Ryeowook? Namja itu benar-benar bajingan! Awas saja jika aku bertemu dengannya.
“Kau harus sabar, Seohyun. Itu semua pasti ada jalan keluarnya” ucapku sambil mengusap kepala Seohyun. Sebenarnya aku tahu kalau Ryeowook berselingkuh dengan Beige di belakang Seohyun. Tetapi aku tidak mungkin mengatakan ini pada Seohyun, mengingat ia memiliki jantung yang lemah, bisa-bisa ia langsung syok.
“Eum, Seohyun-ahh” ucapku.
“Ne?” Jawabnya.
“Aku pulang dulu ne. Mian, aku tidak bisa berlama-lama disini” ucapku.
“Baiklah, hati-hati di jalan ne” ucap Seohyun. Aku mengangguk. Seohyun berjalan dan membukakan pintu untukku. Aku pun keluar dari apartemennya, lalu kulambaikan tanganku padanya.

[Yonghwa POV End]

Ryeowook’s side..

“Hah, akhirnya selesai juga..” Ucap Ryeowook lega setelah semua pekerjaannya selesai. Ia pun meneguk kopi hangatnya untuk menghilangkan beban fikirannya yang mulai dari pekerjaannya, Ayahnya, Seohyun, Beige, semuanya.

Ponsel Ryeowook berdering. Ryeowook segera menyambar ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
‘Beige..’
Ryeowook pun mengangkat telfon tersebut.
“Yeoboseyo oppa”
“Akhirnya kau menelfonku, chagi. Maaf untuk kemarin, aku sedang bersama Seohyun, jadi aku tidak bisa menjawab telfonmu” ucap Ryeowook.
“Oppa, apa sepulang kerja nanti kau mau pergi ke klub?”
“Klub? Tentu saja aku mau”
“Yeay! Oppa benar-benar baik. Aku mencintaimu oppa”
“Nado.. Aku juga mencintaimu. Sampai ketemu nanti”

Bip..

Ryeowook mematikan sambingan telfonnya. Wajahnya yang tadinya menunjukkan bahwa dirinya sedang banyak fikiran, sekarang menjadi berseri-seri.
“Beige,” gumamnya.

SKIP Time…

@Club

6 gelas alkohol pun habis diminum oleh Ryeowook. Ryeowook benar-benar mabuk dan sekarang ia sedang meracau tentang hal-hal yang tidak jelas. Beige tersenyum jahat, ia pun mengambil dompet Ryeowook dan mengambil seluruh uangnya.
“Ya, chagi.. Hik.. Kau mau apa dengan semua uang itu?” Ujar Ryeowook.
“Asal kau tahu, Ryeowook. Kau itu namja paling bodoh yang pernah kutemui. Uang ini sekarang menjadi milikku. Hahahahaha!” Tawa Beige.
“Hik.. Kalau kau melakukannya, aku akan membunuhmu,” racau Ryeowook. Setelah mengucapkan kalimat itu, ia pun tertidur di atas meja.
“Dasar bodoh! Dengan semua uang ini, aku bisa membeli semua baju-baju yang kuinginkan. Hah! Senangnya!” Seru Beige. Ia pun pergi meninggalkan Ryeowook begitu saja.

Sementara itu..

Seohyun berjalan mondar-mandir di ruang tengah sambil memegangi ponselnya. Sudah jam 12 malam, Ryeowook juga tak kunjung pulang. Padahal Ryeowook bekerja hanya sampai jam 3 sore.
“Aish, Ryeowook oppa dimana? Ini sudah malam, mengapa ia belum pulang?” Gumam Seohyun.

Kriing kriing.. (Anggap aja bunyi ringtone hp Seohyun)

Seohyun membaca nama yang tertera di ponselnya. Telfon dari Ryeowook..
‘Dari Ryeowook oppa?

“Yeoboseyo oppa?”
“Yeoboseyo, apa kamu salah satu dari keluarga orang yang bernama Kim Ryeowook?”
“Ne, saya istrinya. Ini dari siapa? Dimana Ryeowook oppa?”
“Saya Luhan, pemilik klub malam disini. Suami kamu berada di klub malam milik saya. Sekarang ia tertidur disini karena terlalu mabuk.”
“Baiklah, terima kasih atas infonya” ucap Seohyun. Lalu memutuskan sambungan telfonnya.

1 jam kemudian…

Tok tok tok..

Terdengar suara ketukan pintu. Seohyun yang dari tadi setia menunggu Ryeowook pulang pun segera membukakan pintu. Ya, Ryeowook baru pulang jam 1 pagi.
“Oppa..” Ujar Seohyun.
“Hik.. Hai cantik” racau Ryeowook. Ryeowook pun menghambur ke pelukan Seohyun.
“Ryeowook oppa?”
“Jangan menatapku seperti itu, cantik. Hik.. Kau akan menjadi milikku. Yaaaaaaaa” racau Ryeowook. Ryeowook pun membawa Seohyun ke dalam kamarnya.
“Oppa, apa yang akan kau lakukan?” Ucap Seohyun.
“Hik.. Kau akan menjadi milikku” ujar Ryeowook sambil menutup pintu kamarnya. Lalu ia pun mendorong Seohyun ke tempat tidur.

SKIP

Pagi harinya..

“Arrgghh.. Kepalaku,” Ryeowook terbangun sambil menyentuh keningnya.
“Ah, dimana aku? Seohyun? Mengapa ia disini? Dan apa yang telah terjadi semalam?!” Ujar Ryeowook. Seohyun menggeliat kecil di tempat tidur, lalu ia pun membuka matanya.
“Seohyun, kau— tolong kau jelaskan semua ini!” Ucap Ryeowook. Seohyun mengerutkan keningnya, lalu ia merasa bahwa di tubuhnya tidak ada satu helai benang pun yang menempel. Seohyun pun segera menarik selimutnya untuk menutupi dirinya.
“Op—oppa… Semalam kau mabuk dan tiba-tiba saja kau.. Kau melakukan ini padaku.” Ucap Seohyun sambil mengingat kejadian semalam.
“Kau jangan mengada-ada cerita, Seohyun. Aku tidak pernah sudi tidur satu ranjang denganmu, apalagi melakukan hal itu? Ini pasti rencanamu bukan? Ayo mengaku!” Bentak Ryeowook.
“Demi Tuhan, aku tidak pernah memulainya oppa” ucap Seohyun.
“SUDAHLAH! Kau berbohong tetap saja bohong! Dasar yeoja tidak tahu diri!” Balas Ryeowook kasar. Ryeowook pun keluar dari kamarnya sambil membanting pintu dengan keras.
Seohyun cepat-cepat mengenakan pakaiannya. Lalu pergi keluar dari kamar tersebut.
“Beritahu Appa, aku hari ini tidak kerja. Kepalaku pusing. Setelah aku mandi, aku ingin sarapan sudah tersaji di atas meja makan” Ucap Ryeowook. Seohyun mengangguk.
‘Apa yang harus kusiapkan? Aku tidak bisa memasak. Yang bisa kusiapkan untuk sarapan hanya beberapa lembar roti oles selai dan secangkir teh atau kopi. Apa Ryeowook oppa mau memakan sarapan itu lagi?’ Batin Seohyun.
Tanpa berfikir panjang, Seohyun pun segera menyiapkan sarapan untuk Ryeowook dan untuk dirinya sendiri. Tak lama kemudian, Ryeowook telah selesai mandi dan berpakaian. Ryeowook pun berjalan ke ruang makan.
“Roti lagi? Kau kira aku tikus yang setiap hari memakan roti? Aku tidak mau memakannya, buat lagi makanan yang lain!” Ujar Ryeowook.
“Tapi..”
“Cepat masak!”
“Aku tidak bisa memasak, oppa.”
“Mworago?! Jadi apa gunanya kau sebagai istri hah?! APA GUNANYA?” Bentak Ryeowook.
“DASAR TIDAK BERGUNA!!!” Teriak Ryeowook yang membuat Seohyun terkejut dan penyakit asma nya mulai kumat. Seohyun pun duduk di kursi meja makan sambil memegangi dada kirinya.
“Tidak usah berakting di depanku! Tidak usah berpura-pura sakit! Kau pikir aku memedulikanmu?!” Ucap Ryeowook kasar.
“Uhuk uhuk.. Hhhhh..”
‘Sedang apa dia? Ia pasti berpura-pura sakit agar aku bisa memperhatikannya. Cih! Tidak tahu diri!’Batin Ryeowook.
Seohyun pun berdiri dari kursinya, lalu berjalan ke ruang tengah sambil mencari-cari inhalernya. Setelah menemukannya, ia segera menyemprotkan obat inhaler itu ke mulutnya. Setelah itu, Seohyun pun kembali bernafas normal, lalu ia segera menyimpan obat itu.
Sementara itu, Ryeowook duduk di kursi meja makannya sambil berusaha mengingat kejadian semalam. Yang diingatnya hanya ia pergi ke klub malam dengan Beige, bercanda ria dengan Beige sambil meneguk beberapa gelas alkohol, setelah itu tidak ada lagi yang diingatnya.
“Lalu bagaimana bisa aku tidur berdua dengan Seohyun? Apalagi melakukan itu. Aisshh,” gumam Ryeowook frustasi.
“Kalau aku dan Seohyun sudah melakukannya, tak lama lagi Seohyun pasti akan hamil. Aku tidak mau hal ini terjadi,” ujar Ryeowook sambil mengacak pelan rambutnya.
Dengan malas, Ryeowook pun berjalan ke ruang tengah untuk menonton TV. Ya, fikirannya benar-benar kacau saat ini.
“Menyingkir dari sana, aku mau duduk.” Ucap Ryeowook menyuruh Seohyun minggat dari sofa yang didudukinya.
“Tapi oppa, sofanya—“
“Aku bilang, menyingkir!”
“Oppa, bisakah oppa tidak bersikap seperti ini? Aku ini istrimu, oppa.”
“Walaupun kau istriku, aku tidak pernah menginginkan kalau yang akan menjadi istriku adalah kau!”
“Apa aku salah hanya memintamu untuk tidak bersikap seperti ini?”
“Cukup! Dengar aku! Aku tidak pernah mengganggu hidupmu, jadi kau jangan pernah mencampuri urusanku. Mengapa aku bersikap seperti ini padamu? Karena kau tidak bisa kuandalkan alias tidak berguna! Sekarang, aku minta kau menyingkir dari tempat ini sekarang juga!”
“Oppa, izinkan aku—-“
“Tidak perlu! Menyingkir!” Bentak Ryeowook. Mata Seohyun mulai memanas, ia pun segera masuk ke dalam kamar.
“Hufftt..” Ryeowook menghela nafas. Ia pun menonton acara televisinya.

[Seohyun POV]

“Akh..” Tiba-tiba saja dada kiriku terasa sakit sekali dan aku sedikit merasa susah untuk bernafas. Aku memegang dadaku yang sakit. Aku memang tidak bisa dibentak. Sekali saja aku dibentak, jantungku langsung sakit. Sebenarnya aku bukan hanya lemah jantung, tetapi jantung koroner. Namun aku tidak pernah memberitahukan hal ini pada siapapun kecuali Yonghwa. Bahkan Umma dan Appa tidak pernah mengetahuinya.
Ah, rasanya sakit sekali. Dadaku sangat sakit dan aku sesak nafas. Aku melihat ada segelas air di atas meja. Dengan tangan bergetar, aku pun meraih gelas itu. Namun..

Praaang!

Gelas itu jatuh dan pecah. Seohyun pabo, mengapa aku bisa seceroboh ini? Kulihat Ryeowook oppa masuk ke dalam kamar.
“Hei, apa yang kau lakukan?” Ucapnya marah.

Ah, sakit yang kurasakan semakin bertambah. Dadaku sakit, sakit sekali. Nafasku sesak. Kedua tanganku pun memegang dadaku yang sakit itu, kemudian tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

[Seohyun POV End]

[Ryeowook POV]

Praaaang!

Tiba-tiba aku mendengar suara benda terjatuh dari arah kamar. Aish, apa lagi yang yeoja itu perbuat? Aku pun langsung mematikan TV dan berjalan ke kamar. Aku segera membuka pintu. Kulihat ada pecahan gelas di lantai. Aku menatap Seohyun. Ia memegangi dadanya dan wajahnya terlihat pucat.
“Hei, apa yang kau lakukan?” Ucapku marah. Ia tidak membalas ucapanku. Kulihat ia memegang dadanya sambil meringis kesakitan. Lalu tubuhnya tumbang dan jatuh ke lantai.

[Ryeowook POV End]

-TBC-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s